10 Years
Penulis : Cikbella
Karakter : Jung Yonghwa, Park Shinhye
Cerita Asli : https://www.asianfanfics.com/story/view/832168/10-years-yongshin
Diterjemahkan oleh Riefa
Diterjemahkan oleh Riefa
---oOo---
Apa yang terjadi ketika mereka bertemu setelah sepuluh tahun pada saat kencan buta yang diatur oleh teman mereka?
---oOo---
Shinhye bergegas ke tempat pertemuan.
Dia nyaris berlari meskipun mengenakan sepatu hak tingginya.
"Aku sangat terlambat. Hongki akan membunuhku jika orang itu telah pergi. "
Gumamnya sambil diam-diam berdoa agar dia tidak akan tersandung atau jatuh dan mempermalukan dirinya sendiri.
Dia tiba di restoran, merapikan gaunnya dan memasang senyum di wajahnya.
"Semangat."
Dia berkata pada dirinya sendiri dan berjalan ke dalam restoran.
"Apakah Anda memesan tempat sebelum datang Nona?"
"Iya. Atas nama Lee Hongki. "
Para staf mengecek sebentar dan mengarahkan Shinhye ke mejanya.
Dia melihat seorang pria yang sudah duduk di meja itu dan diam-diam berterima kasih kepada staf sebelum dia berjalan kepadanya.
"Permisi."
Dia berkata saat dia akhirnya berdiri di samping meja.
Pria itu berdiri dan memasang senyum lebar padanya.
"Teman Lee Hongki?"
"Ah deh."
"Saya pikir Anda tidak datang."
Dia melirik ke arlojinya di pergelangan tangan kirinya.
"Saya sudah menunggu selama 45 menit."
Shinhye mengutuk dirinya sendiri sebelum dia membungkuk kepadanya meminta maaf.
"Maafkan saya."
"Kenchana. Silahkan duduk."
"Deh."
Yonghwa duduk setelah Shinhye duduk berlawanan dengannya.
"Ngomong-ngomong."
Dia mengulurkan tangan untuk bersalaman.
"Saya Jung Yonghwa."
"Yonghwa? Nama yang tidak asing. "
"Benarkah? Siapa namamu?"
"Saya Park Shinhye."
Dia menjabat tangannya dan melepaskannya setelah beberapa saat.
"Dan nama itu juga terdengar tidak asing bagi saya."
"Chinca?"
Yonghwa mengangguk dan tersenyum.
"Jangan salah paham. Saya tidak menirukan perkataan Anda. "
Yonghwa terkekeh.
"Saya tahu. Saya tidak akan salah paham karena nama Anda juga terdengar tidak asing bagi saya. "
"Hmm. Di mana Anda kuliah? "
"Universitas Seoul."
"Saya rasa kita bertemu di sana. Saya juga alumni. "
"Saya rasa begitu."
"Mari kita berbicara sambil makan?"
"Baiklah."
Yonghwa memanggil pelayan dan kemudian mereka mengenang masa lalu mereka sambil mengingat kehidupan mereka sebagai mahasiswa di Universitas Seoul selama makan malam pertama mereka.
---oOo---
Kilas balik
10 tahun yang lalu
"Kita mengerjakan tugas ini dengan beberapa orang dari fakultas manajemen."
"Bagus. Aku tidak harus pergi berkeliling bertanya tentang masalah manajemen. Ouh, itu menyebalkan. "
Shinhye tertawa.
"Itu menyebalkan karena kamu tidak menikmatinya Hongki."
"Betul. Jadi, akankah kita mendapatkan orang yang hebat juga? "
Soojin bertanya sambil menggerakkan alisnya.
"Aku tidak mengecek soal itu. Mungkin ada? Atau tidak ada. "
"Aku yakin ada chaebol karena mereka mengambil jurusan manajemen."
"Bukankah chaebol biasanya pergi ke luar negeri?"
"Ahh itu benar."
Min cemberut.
"Aishh kalian sangat ribut. Aku hanya berharap ada anak perempuan. "
Hongki berkata sambil menyeringai.
"Teman-teman, tujuan kita mendapatkan skor tertinggi, jadi bukankah seharusnya kita lebih peduli tentang bagaimana kita akan melakukannya dengan benar?"
Shinhye berkata seraya mengenakan kacamatanya dan membalik buku di atas meja.
"Maaf Shin. Teman-teman, mari kita menghentikan topik ini dan bekerja dengan baik. "
Min berkata lalu bergabung dengan Shinhye dan yang lainnya segera ikut bergabung.
---oOo---
"Kalian sadar kami mahasiswa sains jadi agak sulit bagi kami untuk menangani masalah manajemen."
"Oke. Kami membutuhkan kalian juga. "
"Senang mendengarnya. Ngomong-ngomong saya Park Shinhye. "
"Saya Yonghwa. Jung Yonghwa. Sangat menyenangkan bertemu Anda. "
"Saya juga senang bertemu Anda."
"Lalu kapan kita memulainya? Tanggal jatuh tempo proyek saya pada bulan April. "
"Kami juga. Tanggal 16. "
"Kami tanggal 20."
"Hanya berbeda beberapa hari."
"Deh."
Shinhye tertawa kecil.
"Beritahu saya kapan kalian mulai jadi kita bisa bertemu."
"Akan saya beritahu. Saya lebih baik pergi sekarang. Terima kasih Yonghwa ssi. "
"Yonghwa saja."
Shinhye tersenyum dan berjalan keluar dari perpustakaan.
Yonghwa menatapnya, kebahagiaan terlihat di wajahnya.
"Dia berbeda."
Dia menyeringai saat ia menulis namanya di buku catatannya.
"Orang pertama yang aku taksir."
---oOo---
Masa kini
"Saya harus mengakui kalau saya agak tertarik pada Anda waktu itu."
"Anda begitu? Ahh itu memalukan. "
Shinhye berkata sambil tertawa kecil.
"Ya, Anda berbeda. Dengan penampilan Anda, wajah alami tanpa berdandan dan berpakaian unik setiap kali kita bertemu untuk berdiskusi. "
"Saya menghabiskan lebih banyak waktu bekerja di laboratorium jadi ya, bergegas kesana - kemari; Saya lupa memperhatikan penampilan saya. "
Dia tertawa.
"Alami itu cantik."
Yonghwa tertawa.
"Kita banyak berubah."
Shinhye berkata sambil menyeruput jus apelnya.
"Ya. Anda tidak memakai kacamata sekarang. "
"Lensa kontak lebih nyaman. Saya juga ingin terlihat cantik. "
Yonghwa terkekeh.
"Anda melakukannya. Pintar dan elegan. Saya akan berpikir Anda adalah seorang eksekutif atau direktur perusahaan besar jika saya tidak mengenal Anda. "
Shinhye tertawa.
"Saya melakukan beberapa upaya untuk kencan buta ini."
"Saya juga. Saya membeli baju ini agar cukup pantas untuk bertemu dengan temannya Hongki. "
"Saya tidak tahu kalian dekat."
"Kami bertemu sesekali. Kami mempunyai hobi yang sama. Dan dia bertanya apa saya ingin bertemu temannya. "
Shinhye mengangguk beberapa kali dan menyisir rambutnya dengan jari-jarinya.
"Jadi."
Yonghwa berkata setelah beberapa saat.
"Deh?"
"Apakah kita akan melanjutkan ini?"
Shinhye mengangguk.
"Jujur. Saya merasa senang saat Anda masih menunggu bahkan setelah 45 menit. Tidak ada yang menunggu saya begitu lama. "
"Hongki mengatakan pada saya untuk menunggu dan saya menunggu. Benar-benar penantian yang berharga. Saya bertemu orang yang pertama saya taksir. "
Shinhye terkekeh.
"Shinhye maukah Anda menikah dengan saya?"
"Secepat itu?"
Yonghwa mengangguk sambil memegang tengkuknya.
"Anda bersedia?"
"Temuilah appa saya dulu."
Dia menjawab dengan senyum lebar yang membuat Yonghwa tersenyum bahagia.
---oOo---
"Akhirnya. Aku bisa melihatmu dengan gaun pengantin. "
Soojin berkata sambil dia membantu Shinhye memakai tudung pengantinnya.
"Aku iri padamu. kamu sangat cantik."
Shinhye tersenyum bahagia.
"Mungkin itu kekuatan cinta?"
"Yahh Yahh. Lupakan. Aku lebih baik tidak berdebat denganmu. "
Soojin terkekeh dan mengambil buket untuk Shinhye.
"Pergilah."
Shinhye tersenyum.
"Terima kasih."
---oOo---
Yonghwa menunggu dengan sabar saat Shinhye berjalan ke arahnya dengan ayahnya.
Ia berhasil.
Dia bertemu dengan appa-nya Shinhye satu minggu setelah kencan buta mereka.
Dan setelah 3 bulan berpacaran sebagai kekasih, ia melamarnya sekali lagi bulan lalu.
Dia tersenyum.
Pengantinnya terlihat bersinar saat ia berjalan ke arahnya.
Siapa yang akan membayangkan mereka bertemu lagi setelah 10 tahun dan akhirnya menikah?
Hal ini terjadi pada mereka.
Mereka bukan pasangan, atau memiliki perasaan khusus satu sama lain selama bertahun-tahun.
Yonghwa tidak berpikir tentang Shinhye, begitu juga Shinhye.
Tapi mereka telah membuat pilihan yang mereka buat bersama setelah kencan buta yang menentukan masa depan mereka yang diatur oleh Lee Hongki yang khawatir tentang temannya yang selalu disingkirkan oleh orang-orang karena keterlambatannya di setiap kencan buta.
Yonghwa dan Shinhye sebenarnya ditakdirkan untuk satu sama lain.
Itulah takdir.
Itulah cinta.
Menempelkan tangan mereka bersama-sama, kemudian mereka mengucapkan janji suci di depan keluarga dan teman-teman mereka sebelum mereka mengikatnya dengan sebuah ciuman yang memberikan harapan.
Dan 'Saya bersedia' mengikat mereka dengan dawai cinta yang tak terlihat.
--- Selesai ---
Catatan Admin :
Akhirnya posting perdana fanfiksi milik Cikbella, salah satu penulis favorit saya, yang saya terjemahkan dari AFF. Thankyou Bella, you allow me to do this :). Mungkin masih banyak kekurangan dalam menerjemahkan tapi saya berusaha sebaik mungkin agar tetap sesuai dengan cerita aslinya. Kesulitan dalam menerjemahkan terkadang kata-kata dalam bahasa Inggris tidak ada dalam bahasa Indonesia jadi saya berusaha menerjemahkan dengan arti terdekat tanpa merubah isi ceritanya. Semoga teman-teman menyukainya, serta mohon kritik dan sarannya. Selamat membaca dan jangan lupa memberika komentar. Terima kasih :)
PS : kata-kata yang tercetak miring adalah bahasa korea sengaja tidak saya terjemahkan agar sesuai teks aslinya

Waw!!
ReplyDeleteApa yang harus aku berikan komentar ? kkkk ~
Ceritanya singkat, ga bertele2… dan tepat sasaran.. 😊
Jujur, pgn sekali bisa nulis sprti ini, tapi entah kenapa selalu gagal karena setiap kali menulis, hanya mengikuti kata hati yang selalu melalang buana..
hahaha.. mohon abaikan komentar gaje ini.. ^^
and, thank you!!!
Bagus ceritanya...
ReplyDeleteAku suka
Singkat padat dan jelas alurnya
Keren admin..!! cerita yg real mngkn sring trjadi dlm khidupn..dua orng yg dprtemukan kmbali dlm prjodohan yg sbtulnya dia sudah prnh sling mengenal sebelumnya. Benar-benar mmg takdir tdk bisa ditebak.
ReplyDeleteKeren ceritanya :)
ReplyDeleteSemoga ini bisa jadi di kehidupan nyata YongShi #Amin :)
Ceritanya singkat bgt,, tp lngsung to the point
ReplyDeleteCeritanya singkat bgt,, tp lngsung to the point
ReplyDeleteCritax singkat padat dan jelass...kerren!! Andaikan crita ini bs dibuat berseri pasti lbh kerren lagi he he he ...btw tingkyu authornim
ReplyDeleteAku bisa apa klau ceritany begini��������
ReplyDeletebagus cerita cikbella
Semangat terus buat eon rief
yg semangat ngetransny
dtunggu part selanjutny��������
Novi98