Saturday, October 31, 2015

[FF Terjemahan] My Husband Is A Soldier (Part 1)

My Husband Is A Soldier (Part 1)


Penulis : Yongshin101

Karakter : Jung Yonghwa, Park Shinhye


Diterjemahkan oleh Riefa

---oOo---

Deskripsi

Apa yang akan terjadi ketika seorang pramugari terpaksa menikah dengan seorang tentara agar hidupnya kembali ke jalan yang benar?

Sebuah pernikahan yang penuh aturan dan peraturan yang ketat. Dengan cara militer!

Bisakah dia beradaptasi dengan hal itu? Dan, apa yang akan terjadi ketika dia tahu suaminya bukan hanya tentara biasa tetapi sebenarnya seorang kapten dengan pangkat yang tinggi?

Pendahuluan

"Aku tidak akan menikah, kamu seorang tentara kotor rendahan!"
-Park Shin Hye

Menjadi putri salah satu pemegang saham utama Bandara Internasional K, membuat Park Shin Hye dengan cepat mendapatkan jabatan di jajaran pramugari. Hidupnya sempurna, menjadi kepala pramugari dan mempunyai pacar seorang co-pilot, dan dia pikir tidak ada yang lebih baik dari hal itu.

Tapi, Shin Hye benar-benar salah.

Orangtuanya membenci pacarnya yang mereka duga hanya memanfaatkan Shin Hye agar dia bisa menjadi pilot lebih cepat dari yang seharusnya. Mereka pikir Shin Hye seorang pecandu alkohol, anak liar yang suka pergi keluar malam dan pulang sangat terlambat di pagi hari dan mereka pikir dia butuh bantuan.

Dan, itu adalah saat Shin Hye bertemu Jung Yonghwa. Seorang pria yang diinginkan orangtuanya untuk menikah dengannya.

"Hei, aku bukan orang yang membuat orang tuanya khawatir tentangnya meskipun dia sudah berusia 26 tahun."
-Jung Yonghwa

Yonghwa tidak percaya dia bertemu lagi dengan Shin Hye. Terakhir kali Yonghwa melihatnya saat mereka sama-sama di sekolah menengah atas. Yonghwa menyukainya, ya, tapi dia sangat terluka saat Shin Hye secara kasar menolaknya saat itu. Saat di sekolah menengah atas, Yonghwa gemuk dan jelek, sama sekali tidak ada yang bisa disukai. Yonghwa ingat hari itu bagaimana Shin Hye mempermalukannya di depan begitu banyak orang saat Yonghwa mengatakan ia menyukai Shin Hye. Yonghwa ingat dia diguyur dengan sebotol air dan ia ingat semua kata-kata kasar yang Shin Hye katakan padanya di hari sialnya itu.

Yonghwa masih tidak percaya ia setuju dengan orang tuanya untuk menikahi Park Shin Hye.

---oOo---

Troublemaker


Waktu sudah menunjukkan jam dua pagi ketika Nyonya Park tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan melihat suaminya sedang tidur nyenyak di sampingnya. Dia menghembuskan nafasnya lagi saat ia mendengar dering bel dan cepat menggoncangkan bahu suaminya. "Yeobo, bangun."

"Uggh." Dengus Tuan Park malas dan duduk di tempat tidur untuk melihat istrinya. "Ada apa?" Tanya Tuan Park lagi sambil menggosok matanya.

"Ada seseorang di luar."

"Pelayan akan membukakan pintu nanti. Itu pasti putrimu lagi." Tuan Park dengan cepat berbaring lagi di tempat tidur untuk tidur karena ia akan menghadiri sebuah konferensi dengan investor besar besok di bandara.

"Pelayan pasti sudah tidur yeobo."

"Mereka akan membuka pintu dalam satu menit. Kembalilah tidur. "

Nyonya Park mendesah putus asa dan segera berjalan keluar dari kamar tidur setelah suaminya kembali tidur. Nyonya Park berjalan dengan hati-hati menuruni tangga dan melihat sekeliling apa pelayan sudah bangun untuk membukakan pintu dan benar tebakannya, dua pelayannya sudah berlari menuju ke pintu. "Tidak apa-apa, aku akan membuka pintunya." Ujar Nyonya Park dan para pelayan muda itu dengan cepat menganggukkan kepalanya dan meminta ijin kembali ke kamar mereka.

Ketika Nyonya Park menyalakan saklar lampu di ruang tamu dan membuka pintu yang terus berdering sejak beberapa menit lalu, dia tidak lagi terkejut melihat putrinya yang berusia 26 tahun berdiri di depan pintu sambil tersenyum seperti seorang idiot dan lagi-lagi sedang mabuk.

"Oh, Omma. Omma belum tidur?" Shin Hye tertawa dan dengan cepat berjalan masuk ke dalam rumah memeluk ibunya sebelum membuang sepatu hak tingginya ke samping. Shin Hye menuju ruang tamu, berjalan ke kiri dan ke kanan dan terlihat jelas sangat mabuk, dan dengan cepat menjatuhkan pantatnya di sofa yang nyaman setelah perjalanannya yang tidak mudah.

Nyonya Park menggeleng tak percaya. "Shin Hye, kamu mabuk lagi."

"Ah, Chanmi ingin merayakan ulang tahunnya malam ini jadi kami pergi ke klub dengan teman-teman pramugariku. Aku hanya minum sedikit Omma. Mungkin sekitar dua .. atau lima botol? Meolla." Shin Hye tertawa keras dan terus bermain dengan rambutnya. Dia segera berbaring di sofa untuk tidur ketika tiba-tiba Nyonya Park mulai berteriak padanya.

"Sedikit? Ini yang kamu sebut sedikit? Kamu mabuk hampir setiap kali pulang ke rumah Shin Hye! Aku tidak ingin melihatmu seperti ini lagi!"

Shin Hye mengerutkan kening melihat ibunya dan terkekeh. "Aku bahkan jarang ada di rumah dan selalu pergi ke luar negeri karena pekerjaanku. Mengapa setiap kali aku pulang, Omma selalu mengomeliku ? Aku lelah!"

"Aku juga lelah mengomel! Berapa lama kamu berniat menjalani gaya hidup seperti ini, Shin Hye? Kamu sudah berusia 26 tahun dan kamu perlu berubah! Kamu harus lebih serius dengan hidupmu dan berpikir tentang pernikahan juga! Kamu bukan anak muda lagi dan kamu perlu untuk- "

Dahi Nyonya Park mulai berkerut ketika mendengar dengkuran lembut keluar dari mulut Shin Hye. Dia berjalan mendekati putrinya dan menunduk untuk melihat Shin Hye hanya untuk memastikan putrinya yang sudah tertidur pulas sambil memeluk tas tangan-nya dekat dengan dadanya. Nyonya Park merasa jantungnya berdetak cepat dan wajahnya mulai berubah menjadi merah. Nyonya Park akan berteriak pada putrinya dan setelah menahan beberapa saat, dia akhirnya mengeluarkan kemarahannya.

"Yah, Park Shin Hye!"

---oOo---

Ketika Shin Hye terbangun keesokan harinya, dia bersumpah kepalanya terasa seperti akan meledak. Shin Hye segera merebahkan dirinya lagi di tempat tidur dan melempar selimut ke samping saat tiba-tiba dia merasa kepanasan. "Omma! Omma!" Shin Hye memanggil ibunya dan mendengus kesal saat tak bisa menemukan Nyonya Park . Shin Hye terus menggulingkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan dan senang ketika ibunya masuk ke kamarnya semenit kemudian dengan segelas air di tangannya.

"Ini, minum ini." Nyonya Park memberikan segelas air untuk Shin Hye dan menunggu putrinya menghabiskan minumnya. Ketika Shin Hye selesai minum, Nyonya Park segera mengambil kembali gelas kosong itu dan meletakkannya di meja samping tempat tidur. "Apa yang coba kamu lakukan dengan hidupmu, Shin Hye?" Nyonya Park memulai lagi, terlihat tidak puas dengan percakapan mereka tadi malam.

Shin Hye mendesah berat. "Ah, Omma. Omma mengomeliku lagi pagi ini?"

"Aku kecewa padamu, Shin Hye."

"Wae gurae? Aku hanya bersenang-senang dengan teman-teman kerjaku. Kami pergi merayakan ulang tahun Chanmi dan hanya itu!"

"Oh, tolong. Kamu jadi lebih buruk sejak berhubungan dengan pria bernama Jonghyun itu! Akuilah, Shin Hye. Dia membawa pengaruh buruk untukmu dan dia tidak memberi apa-apa hanya masalah! Aku tidak menyukainya sama sekali."

"Yah, itu bukan masalahku Omma." Shin Hye menyindir ibunya dengan jengkel dan menarik lagi selimut menutupi tubuhnya agar tidak mendengarkan omelan ibunya.

Nyonya Park tidak tahan lagi. Dia menarik selimut Shin Hye dan melemparkannya ke lantai sebelum melotot pada putrinya. Sejujurnya, Nyonya Park bisa merasakan hawa panas yang keluar dari hidungnya dan dia sangat berusaha untuk tidak mengumpat pada putrinya meskipun dia benar-benar dalam kondisi mood yang tidak baik hari ini. Nyonya Park berbicara dengan suaminya tentang perubahan Shin Hye dan bagaimana kecewanya dia melihat Shin Hye menjadi begitu liar akhir-akhir ini setelah bergaul dengan Jonghyun. Nyonya Park hanya ingin anaknya yang berbakti kembali lagi padanya.

Kemana Shin Hye pergi? Nyonya Park bertanya pada dirinya sendiri dan menarik nafasnya panjang.

"Omma! Apa yang salah dengan Omma hari ini?" Shin Hye duduk di tempat tidur dan melihat ibunya sambil melipat tangannya ke dadanya. Shin Hye ingin menghabiskan waktu dengan baik dengan beristirahat di rumah karena dia baru saja kembali dari Australia dan juga mendapat libur dua hari sebelum terbang lagi hari Minggu ini tapi sekarang dia harus berurusan dulu dengan ibunya yang marah.

"Kamu sebaiknya melakukan sesuatu dengan hidupmu sebelum aku bertindak Shin Hye."

"Aku menjalani hidupku!"

"Dengan apa? Pergi ke pesta setiap malam dan mabuk dengan meminum beberapa botol alkohol? Apa kamu akan melakukan itu sampai umurmu 30?"

"Tentu! Aku tidak punya masalah dengan itu Omma!" Shinhye tertawa menggoda tapi Nyonya Park tidak menanggapinya. Shin Hye berhenti tertawa dan menatap sprei sebelum beralih lagi ke ibunya saat ia mendengar ibunya memanggilnya.

"Shin Hye, aku serius. Kamu perlu berubah."

"Wae?"

"Aku mengatakan ini karena kalau kamu tidak dapat merubah dirimu dalam sebulan, aku akan menikahkanmu dengan orang yang lebih pantas. Seseorang yang dapat membantuku untuk mengubahmu. Seseorang yang akan kamu takuti dan seseorang yang membuatmu tidak akan membuat masalah."

"Mwo?!"

---oOo---

Shin Hye terus mengetukkan jari-jarinya di atas meja sambil menunggu pacarnya datang ke kafe favorit mereka untuk menikmati secangkir kopi dengannya tapi dia kecewa saat Jonghyun mengatakan ia akan sedikit terlambat karena harus menemui seseorang dari sekolah pelatihan pilot-nya dulu. Ini sudah cangkir kedua es latte-nya dan saat Shin Hye hampir menyerah untuk menunggu, wajahnya tiba-tiba cerah ketika melihat Jonghyun berjalan ke kafe, masih mengenakan pakaian pilotnya.

"Apa kamu bertugas hari ini?" Shinhye segera bertanya saat Jonghyun mendekat untuk memberinya kecupan di pipi dan tersenyum cerah saat Jonghyun meraih tangan Shinhye dan mulai membelainya.

Jonghyun mengangguk. "Deh, aku terbang ke New York nanti. Kamu libur selama dua hari kan? Kemana kamu akan bertugas selanjutnya?"

"Mungkin ke Italia atau Paris. Hei sayang. Aku perlu mengatakan sesuatu."

"Apa itu?"

"Aku pikir mungkin kita bisa menikah tahun ini? Ibuku telah memintaku menikah dan aku hanya tidak ingin mendengar omelannya lagi. Kita selalu berbicara tentang pernikahan sayang. Jadi, kapan kamu akan datang ke rumahku untuk mengikatku dalam pernikahan?"

Jonghyun menelan dalam ludahnya dan tertawa canggung sebelum mengubah topik pembicaraan. "Haruskah kita memesan sesuatu untuk diminum? Maaf Shin Hye, aku benar-benar ingin menghabiskan waktuku denganmu, tapi aku tidak bisa. Ada pesawat yang akan ku naiki dan aku tidak boleh terlambat kerja."

"Aku mengerti tapi sayang .. pernikahan itu. Aku ingin kamu menikahiku secepat mungkin."

"Hei, kita sudah bicara tentang hal ini. Kamu tidak pernah benar-benar ingin memutuskan secepat ini. Jadi, apa yang membuatmu tiba-tiba ingin menikah? Aku pikir kita sudah sepakat untuk menikmati hidup kita dulu!"

"Aku tahu! Aku juga tidak ingin memutuskannya dan aku senang dengan kehidupanku sekarang. Tapi, jagi, ibuku mengancam akan menikahkanku pada orang lain jika aku tidak serius dengan hidupku. Dia mengatakan jika aku tidak bisa mengubah diriku dalam sebulan ini dan meyakinkannya kalau aku berhubungan serius denganmu, dia akan mencari orang lain untuk menikahiku!"

Jonghyun tertawa keras ketika ia mendengar seruan Shin Hye dan dengan cepat melepaskan tangan Shin Hye sebelum menyandarkan punggungnya ke kursi. "Cheongmallyo?"

"Mengapa kamu tertawa? Ini tidak lucu!"

"Ini lucu, Shin Hye. Hei dengarkan, tidak ada yang akan menikahimu. Maksudku, siapa yang ingin menikahimu kecuali aku?"

"Mwo?"

"Jangan salah, tapi tidak ada orang lain dapat bertahan dengan sikap kekanak-kanakanmu kecuali aku. Kamu liar dan kamu seorang pecandu alkohol dan saat kamu pergi ke klub, kamu sering menari dengan sembarang pria. Katakan padaku, siapa yang ingin menjadikanmu istrinya selain dari-"

Jonghyun berhenti berkata ketika Shin Hye tiba-tiba mengambil es latte-nya dan perlahan menuangkannya di atas kepala Jonghyun. Seragam Jonghyun basah dan dilumuri kopi dan ia menyadari semua orang sekarang melihatnya sambil mencoba menahan tawa mereka. "Apa yang-" Jonghyun hendak mengumpat Shinhye ketika tiba-tiba Shinhye berdiri dan menyeringai ke arahnya.

"Terima kasih telah membuatku sadar betapa brengseknya kamu. Geogjeongmal, aku akan membayar es latte-nya." Shin Hye segera bergegas keluar dari kafe dengan pipi yang basah dan mata merah yang membengkak. Shin Hye tidak bisa percaya apa yang dialaminya hari ini.

---oOo---

Berjalan keluar dari Bandara Internasional K, Yonghwa segera menarik nafasnya menikmati udara segar kota Seoul. Yonghwa tidak dapat menyangkal fakta kalau ia benar-benar sangat merindukan ada di Korea Selatan setelah menghabiskan sekitar dua bulan bekerja di pangkalan Militer AS dengan sesama tentara angkatan udara Korea lainnya. Ya, Yonghwa telah bekerja di angkatan udara sejak ia berusia 20 tahun dan sekarang ia seorang daewi, kebanyakan orang mengetahuinya sebagai kapten, setelah bekerja selama hampir enam tahun. Yonghwa telah mengunjungi banyak negara selama enam tahun dan sebagian besar perjalanannya di AS, Inggris dan bahkan Rusia. Kadang-kadang, Yonghwa bahkan hampir tidak punya waktu mengunjungi keluarganya di Seoul dan akan menghabiskan sebagian besar waktu kerjanya berada di base camp.

Begitulah komitmen Yonghwa terhadap pekerjaannya.

Yonghwa seharusnya menghabiskan waktunya satu atau dua minggu lagi di Amerika Serikat saat tiba-tiba ia mendapat telepon tak terduga dari keluarganya yang memintanya kembali secepat mungkin karena sesuatu terjadi di rumah dan orang tuanya sangat ingin membicarakan sesuatu dengannya. Kakaknya, Ryeo Won, memaksa Yonghwa mengambil penerbangan sepagi mungkin dan mengatakan kalau kakak iparnya akan menunggunya di bandara tepat saat kedatangannya.

Yonghwa tersenyum ketika melihat kakak iparnya berdiri di samping Audi TTs-nya dan melambaikan tangan dari jauh. Untuk seorang pria Korea-Amerika yang baru saja dipindahkan ke base camp militer Korea, Daniel pasti orang hebat di angkatan udara selain Yonghwa sendiri. Mereka berdua di departemen yang sama kecuali kakak iparnya adalah seorang daeryeong, seorang kolonel dan tentu saja posisinya lebih tinggi dari Yonghwa karena telah bekerja di angkatan udara selama lima belas tahun terakhir, dan Yonghwa sangat mengagumi kakak iparnya sehingga ia memutuskan menjadi tentara angkatan udara juga segera setelah ia lulus SMA.

"Hyung!" Yonghwa melambaikan tangannya pada Daniel dan segera memberikan pelukan erat untuk kakak iparnya sebelum tertawa takjub. "Whoa, daebak. Jinja daebak! Kamu membeli mobil baru lagi, hyung?"

Daniel menganggukkan kepalanya dan nyengir seperti anak yang lucu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Noona-mu mengomeliku selama seminggu saat aku membawa mobil itu ke rumah bulan lalu."

"Aish, Ryeo Won noona tidak mengerti soal ketertarikan pria pada mobil. Mereka hanya cemburu karena kita lebih mencintai mobil daripada mereka. Apa aku benar, hyung?"

"Noona-mu akan membunuhmu jika ia mendengarmu mengatakan itu. Palli, masuk ke dalam mobil. Semua orang menunggumu di rumah dan Ryeo Won dan eomonim bahkan memasak begitu banyak makanan untuk menyambutmu pulang!"

"Hyung, bolehkah mengendarai mobilnya?"

"Mwo?"

"Biarkan aku mengendarai mobilnya, hyung."

"Arasso!"

Kedua laki-laki tampan itu akhirnya tertawa ketika Yonghwa tiba-tiba meminta untuk mengendarai mobil baru itu. Daniel melempar kunci mobil ke Yonghwa dan membantu memasukkan kopor ke bagasi sementara Yonghwa segera duduk di kursi pengemudi. Yonghwa menyalakan mesinnya dan menunggu kakak iparnya masuk ke dalam mobil.

"Mengendarai mobilnya hati-hati. Jangan melukai bayiku." Daniel memperingatkan sambil tersenyum manis saat ia duduk di sebelah Yonghwa dan cepat-cepat memakai sabuk pengaman. Daniel melihat Yonghwa hati-hati mengendarai mobilnya dan membelokkan rodanya ke kanan karena keduanya masuk tol. "Bagaimana perjalanannya ke AS? Semuanya baik-baik saja di base camp?" Daniel bertanya lagi saat dia yakin semuanya baik-baik saja dan cepat mengeluarkan telepon dari saku belakang untuk mengirim pesan pada istrinya yang cantik.

"Semuanya bagus. Aku bertemu dengan temanmu, Kolonel John, di base camp dan dia mengucapkan salam padamu."

"Ini sudah lama sejak aku terakhir bertemu dengannya."

"Dia memintamu datang ke New York saat kamu punya waktu dan mungkin bisa minum dengan dia dan istrinya."

Daniel tertawa. "Aku akan pikirkan itu. Aku tidak bisa pergi ke mana pun sekarang, aku harus ada di sini untuk Ryeo Won. Dia hamil, ingat?"

"Ah, aku lupa noona sudah mencapai delapan bulan kehamilannya. Kapan dia melahirkan bayinya?"

"Sekitar September depan, aku kira."

Yonghwa mengangguk dan tersenyum. Karena, mereka satu-satunya putra dan putri di keluarganya, Yonghwa dan kakaknya benar-benar dekat satu sama lain. Tidak peduli betapa sulit situasinya, mereka akan selalu saling mendukung. Ketika Ryeo Won pertama kali dibawa Daniel bertemu keluarganya dan mengatakan pada mereka semua kalau mereka berencana untuk menikah, Yonghwa berpikir kalau orang ini merebut kakak kesayangannya. Yonghwa merasa dikhianati dan bahkan sangat menentang waktu itu saat ia tahu Ryeo Won serius dengan semua rencana pernikahannya. Tapi, saat itu ia sadar kalau ia bukan lagi adik kecil kakaknya dan ia harus menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab bagi kakaknya.

Yonghwa senang ternyata Daniel adalah seorang yang benar-benar baik dan suami yang sempurna untuk Ryeo Won. Yonghwa juga tidak akan menjadi kapten angkatan udara jika bukan karena dorongan dari Daniel. Kakaknya menikahi Daniel bukan hal yang benar-benar buruk karena Yonghwa pada akhirnya mempunyai saudara laki-laki, seorang panutan dan yang paling penting seorang teman.

"Katakan padaku, hyung. Tidak ada sesuatu yang benar-benar terjadi di sini, kan?" Yonghwa bertanya saat ia berbelok ke kiri menuju Gangnam dan melihat kakak iparnya dengan senyum tipis terbentuk di wajahnya.

"Meolla, aku hanya di sini untuk menjemputmu. Aku dan noona-mu juga baru saja tiba di rumah orang tuamu pagi ini."

"Hyung, jangan berbohong padaku."

Daniel tertawa dan cepat menutup wajahnya dengan telapak tangannya sebelum berbalik ke arah Yonghwa dan menganggukkan kepalanya. Sebenarnya, Daniel tahu apa yang terjadi di rumah keluarga Jung pagi tadi. Daniel mendengar istrinya berbicara dengan ibu mertuanya di dapur sebelum pergi menjemput Yonghwa di bandara. Istrinya dan Nyonya Jung merencanakan sesuatu untuk Yonghwa.

"Yonghwa-yah, siapkan dirimu." Ujar Daniel sambil membentuk seringai konyol di wajahnya.

Yonghwa mengerutkan kening. "Siapkan diri untuk apa, hyung?"

"Pernikahan."

--- BERSAMBUNG ---

Catatan Admin :
Wuih akhirnya selesai juga menerjemahkan FF pertama ber-part dari Asianfanfics.com. FF ini ditulis oleh Yongshin101 dan total keseluruhannya ada 30 part *elap keringat* jadi mungkin akan lama selesainya karena partnya panjang. FF ini salah satu FF favorit yang paling ditunggu di AFF karena memang ceritanya menarik dan beda dari yang lain, sampai admin saja membayangkan dan menginginkan Yonghwa berpakaian ala tentara *kalau ini nunggu dia wamil hiksss* dan suatu saat main drama sebagai tentara hahahaha. Oke cukup basa basinya. 
First at all, I wanna say thankyou to Yongshin101 for let me doing this translation, i hope you like it :).
Buat Zahra yang selalu ngejar-ngejar buat ngetrans FF ini, udah ya Pe-eRnya meski baru 1 part hahaha, makasih udah bantuin saat aku pusing dengan pemilihan kata-katanya, jangan lelah untuk aku mintai tolong :D
Buat yang udah baca terjemahan ini mohon komentarnya ya baik tentang isi ceritanya atau kritik dan saran untuk hasil terjemahannya, komentar kalian memberikan energi untukku ;)
Selamat membaca (^_^)

Kata-kata yang tercetak miring dalam bahasa Korea memang tidak diterjemahkan agar sesuai aslinya.
Kata latte dan base camp juga tercetak miring karena belum menemukan kata yang tepat untuk diterjemahkan dalam bahasa Indonesia

PS. Update postingan FF di blog bisa dilihat di facebook HS Corner Shop atau di twitter Lovetheangels1

11 comments:

  1. Aku suka ceritanya...
    Penempatan katanya juga bagus dan gak bikin bingung...

    ReplyDelete
  2. Kak riefff sarangheyoooooo :*

    Keren kak! Aku bener2 menikmati lagi ff ini dengan bhs indonesia yg sangatt passs ^^
    Ini ff favorite kitaa kak jd jgn menyerah ya kak :p
    Aghhh bahagiaa bgt aku bacanya kak. Berasa baca dr awal lag dengan ingatan yg fresh. Aku skrng udh bisa bayangin Yong pake seragam AU Korea setelah liat triplet latihan di Air Force Korea kak ^^ ngebayangin Yong jd pilot jet aghhh kerenn kerenn bgt ^^
    Bayangan gmn ancurnya sikap Hye juga makin terasa kalo pake bhs kita sndri ta kak ~hihihi

    Akuu g bakal bosan2 nagih *eh* hehe

    Semangattt ya kaaak :*
    Buat YongHye dan buat Dooley ~kkk

    ReplyDelete
  3. Riefaaaa kerennn... Sukaaaa bgt ama ff ini.. Hehhehehhee.. Smoga tahun depan yong ambil drama jd pilot.. Hehehhehehee

    ReplyDelete
  4. Eon rief ini bagus bnget��������
    dtunggu part selajutny
    duh duh duh kata demi katany menarik bnget
    semangat eon rief☺☺☺☺

    Novi98

    ReplyDelete
  5. Aduh tu hye jdi cwex yg ska minum2 an >< , dn moga stlah tau sifat jonghyun , shinhye bsa mnikah dngn ayong ahay , ff ny keren aku suka pke bgt , d tunggu part slnjut ny eon riff

    ReplyDelete
  6. Crta nya mnrik
    Dan bkin pnasaran bnget

    ReplyDelete
  7. Ommooo keren nie ff,, gk sbar nunggu part selanjutnya,, hhhmmm hye jd tukang mbok dsni,, gk bsa byangin yh jd kapten, aigoo psti ketjeh badai

    ReplyDelete
  8. Penasaraan sama kejutan unt abang yong.. Calonnya siapa yaa.. ? Baguuussss ceritanya.. Ditunggu part selanjutnya...

    ReplyDelete
  9. Fresh bgt ceritanya beda....
    di next part pst bkal lbh seru lgi...
    smngat untuk translet di part brikutnya!!
    pemakaian kata nya udh pas tdk membingungkan..
    next dtnggu lgi tuk part slanjutnya..

    ReplyDelete
  10. Akhirnya ffnya asianfanfic Ada terjemahan bahasa Indonesia.. aku kira hanya sebuah angan ff di Asian fanfic bisa aku baca dengan bahasa Indo..
    Ahhhh suka bangettt deh 😳😳😳😳

    Apakah stelah ff in Ada rencana terjemahin lagi?? Hihihi 😁😁😁

    Semangat terus ya eonn rief terjemahinnya πŸ™ŒπŸ™Œ

    ReplyDelete
  11. Iih... terjemahannya keren! Aku g pernah ngira kalo bisa baca ff di Asianff dgn bhs indo.
    .
    Salut deh ma eonni2 yg udah mau ngetrans ff ini. Jeongmal gamsaheyoπŸ˜„.
    .
    Dtunggu lnjutannya ~~~

    ReplyDelete