Sunday, October 25, 2015

[FF Indonesia] Titanic (Oneshoot)

" T I T A N I C "


Author : Wangbie

Genre : Romance, sad ending

Leght : Oneshoot

Cast : Jung Yonghwa, Park Shinhye
Sumber : Titanic

~Don't bash!!! Don't copypaste without permission!!! Thanks...~

Happy reading...

---oOo---

Kenapa bisa dikatakan cinta jika itu hanya sebuah bayang semu yang akan hilang dalam kegelapan...

---oOo---

Deburan ombak menerjang setiap sisi kapal di tengah lautan luas dengan air birunya yang hampir kehitaman dan sedikit cahaya dari sinar rembulan yang tengah bersinar di langit, bertemankan ribuan bintang di sekelilingnya yang jika diperhatikan lebih jelas akan tampak seperti sebuah formasi suatu bentuk yang menjadi lambang cinta. Sebuah lambang cinta yang terkadang terlihat utuh atau pecah tergantung bagaimana setiap orang akan menggambarkannya.
Semilir angin laut yang terasa dingin menusuk tulang membuat seorang yeoja yang tengah berdiri tegak di ujung kapal dengan kedua mata yang tertutup dan tangan yang direntangkan lebar tersenyum getir. Rambut hitamnya bergerak bebas sesuai keinginan angin yang meniupnya, sedikit menutupi wajah datar tanpa ekspresi dengan gurat kesedihan di setiap lekuknya. Kedua kakinya sedikit bergetar saat gelombang besar yang bertabrakan membuat air dingin di bawah sana sampai ke kakinya. Bahkan uap yang keluar dari mulut dan hidungnya menambah pucat wajahnya yang putih bersih.

Shinhye pov

Oh Tuhan...
Seperti inikah rasanya dingin itu? Seperti inikah sakitnya saat setiap sendi dan aliran darah membeku sedikit demi sedikit ketika air dingin ini terus menerus merayap. Naik perlahan ke setiap sel dan membunuhnya saat itu juga ketika tersentuh. Lalu bagaimana cara namja itu bertahan dan masih berusaha dengan sisa tenaga yang dimiliknya hanya untuk menyelamatkan seorang yeoja yang bahkan tidak membalas setiap perhatian dan cinta yang dicurahkannya dengan tulus. Seorang yeoja yang dengan bodohnya membiarkan namja baik dengan seluruh jiwa raga yang hanya untuknya pergi. Seorang yeoja yang pada akhirnya menyadari bagaimana perasaannya yang sesungguhnya, tepat setelah cinta itu pergi dan tidak mungkin bisa kembali.

Siapa yeoja bodoh itu?
Kalian ingin tahu? Yeoja itu adalah aku, Park Shinhye. Yeoja manja yang hanya bisa berfikir tentang bagaimana caranya untuk membuang uang setelah hari ini berakhir. Yeoja yang tidak sekalipun merasakan bagaimana sakitnya terjatuh dari sepeda atau tangan yang teriris pisau karena semua kebutuhan sudah disiapkan dengan baik. Dan siapa namja itu? Namja itu benama Jung Yonghwa, namja dengan paras tampan dengan beribu kelebihan yang membuat setiap perilakunya tampak sempurna tanpa cacat sedikitpun. Namja yang hanya tahu bagaimana cara untuk membuat orang lain bahagia tanpa memikirkan kebahagiaannya sendiri dan dengan bodoh dia, ketika hatinya sudah memilih, dan pilihanya jatuh padaku. Seorang yeoja dengan segala kekurangan yang pada akhirnya membuat namja itu harus merasakan sakit yang sebelumnya pasti belum pernah terbayangkan.

Mianhae Yong...
Jeongmal mianhaeyo...
Apa kau bisa mendengar permintaan maafku di sini? Apa kau bisa melihat ketulusan hatiku saat ini? Apa kau mau memaafkan semua kebodohan yang aku lakukan padamu? Apakah kau mau memberikan kesempatan yang tidak mungkin aku dapatkan di sini untuk memperbaiki semuanya? Apakah aku sudah terlambat? Bisakah kau meminta pada Tuhan agar waktu bisa diputar ke belakang lagi? Ke tempat dimana semua kebodohanku ini membuatmu hilang dari semua orang yang menyayangimu. Bisakah? Bisakah aku memohon satu kali lagi padamu untuk memberikan apa yang sudah seharusnya kau dapatkan.

Flashback

"Shinhye,ya..Kajja kita ikut melihat kembang api bersama teman-teman. Pasti sangat menyenangkan..." ajak Yonghwa halus sambil berjalan mendekati Shinhye yang tengah duduk termenung dengan kedua mata yang terpusatkan pada langit biru dari jendela kamarnya. Percikan air yang mengenai jendela itu segera saja membuat kaca itu buram, dan saat itu terjadi Shinhye akan menghapusnya hingga beberapa saat kabut itu menutupi lagi. Begitu terus berulang kali, walaupun bibirnya bergerak cepat mengatakan semua kekesalannya karena harus melakukan hal itu lagi dan lagi. "Apa kau ingin aku menemanimu di sini? " tanya Yonghwa pelan sembari duduk di samping Shinhye dan menatap wajah itu lekat. Shinhye hanya menoleh sebentar, melihat senyum yang terpasang di wajah tenang Yonghwa yang entah kenapa membuatnya sakit dan buru-buru mengalihkan pandangannya sebelum butiran bening itu keluar dari persembunyiannya. "Biar aku yang menghapusnya, kau cukup duduk manis dan nikmatilah kembang api dari sini. Sebentar lagi pasti di mulai.." kata Yonghwa saat tangan Shinhye mulai bergerak lagi untuk kembali menjernihkan kaca jendelanya dan melirik jam dinding di samping almari besar dekat pintu masuk. Pukul 23.57, 3 menit lagi acara kembang api pasti dimulai, buru-buru Yonghwa beranjak dan merobek sedikit kemejanya untuk digunakannya membersihkan embun, hasilnya lebih tahan lama. Shinhye sedikit terkejut saat melihat Yonghwa yang masih dengan senyumannya membersihkan kaca jendelanya hingga sangat bersih, sehingga kini lebih terlihat jelas bagaimana indahnya langit malam di tengah samudra. "Itu kembang apinya!" Seru Yonghwa girang saat percikan api berbentuk bunga di langit sana mulai menghiasi. Shinhye segera saja mengikuti arah pandang Yonghwa dan terkesima saat keindahan di luar sana tertangkap oleh matanya. Tanpa disadarinya, bibir yang sebelumnya menutup dan mengerucut itu kini bergerak ke samping, membuat senyuman manis yang baru pertama kali dilihat oleh Yonghwa. Dan saat itu juga, Yonghwa ikut tersenyum lebih lebar menikmati pemandangan paling indah yang pernah ditemuinya selama ini. Senyum manis Shinhye, ya senyum manis itu adalah hal paling membahagiakan yang pernah dirasakan oleh namja yang selalu mendapatkan kasih sayang dari setiap orang karena sikapnya yang lembut. Namun disaat yang bersamaan akan merasakan sakit ketika Shinhye selalu diam tanpa mengatakan apapun padanya saat ia bertanya atau mengajaknya pergi. Tidak ada penolakan tapi juga tidak ada penerimaan, karena hanya akan ada pembicaraan dari sebelah pihak tanpa respon apapun kecuali dingin yang selalu menghiasi wajah cantik milik Shinhye.

Yonghwa pov

Seperti inilah aku saat bersamanya, yeoja pertama dan terakhir yang segera mengambil hatiku saat pertama kalinya aku bertemu dengannya di kampus tepat saat wisuda di mulai. Yeoja yang langsung aku ketahui adalah seorang putri dari pemilik kampus, yang sangat terkenal bukan hanya karena kecerdasannya, melainkan juga karena kedinginan yang diciptakannya ketika seseorang mengajaknya bicara. Dan entah kenapa, aku menyukai sifatnya itu. Jujur saja, aku sedikit sedih saat pertama kali mendekatinya yang malah dihadiahi tamparan keras karena Shinhye mengira aku adalah seorang yang jahat. Apa wajahnya memang terlihat seperti orang jahat? Dan setelah aku melihat senyumnya untuk yang pertama kalinya membuat jantungku berdegup lebih kencang, lebih kencang jika dibandingkan dengan saat dia berjalan di sebelahku dan tangan kami sedikit bersentuhan. Oh ayolah, kami bukan anak kecil lagi yang akan berdebar jika melihat artis idola berada di depan kita, kami sudah dewasa, dan tentu jalan fikiran kami tidak hanya pada hal-hal yang belum jelas tanpa persiapan.

"Bisakah kita ikut bergabung bersama mereka di luar? " tanya Shinhye tiba-tiba yang segera menyadarkanku dari lamunan. Tunggu, coba ulangi, coba ulangi lagi. Benarkah suara lembut itu milik Shinhye? Benarkah seindah itu suaranya? Benarkah? Lalu bagaimana jika suara lembut itu memanggil namaku? Bagaimana rasanya? "Bisakah kita ikut bergabung bersama mereka? " tanya yeoja ini sekali lagi karena aku masih diam, terpana dengan sesuatu yang baru aku dapatkan. Apa hari ini hari keberuntunganku sehingga aku bisa melihat senyum dan suaranya? Oh Tuhan.. Jika saja kau memanggilku sekarang aku akan rela dengan sepenuh hati karena aku sudah mendapatkan hal terindah paling membahagiakan. Aku rela, Tuhan...

"Ye.. Mereka pasti sangat senang kalau kita bergabung. Kajja.." jawabku senang sembari langsung menarik tangannya dan berlari menuju dek kapal, dimana ada banyak teman-teman di sana dengan ribuan kembang api. Shinhye pasti sangat senang bukan..

Yonghwa pov end

Yonghwa terus saja berlari bersama Shinhye di belakangnya yang juga ikut berlari agar tidak terjatuh. Sedikit tergopoh-gopoh memang yeoja itu saat harus mengimbangi langkah panjang seorang namja yang pernah menjuarai lari maraton satu tahun yang lalu di tingkat dunia. Setiap orang yang melihat Yonghwa bersama Shinhye terus menyusuri setiap lorong panjang kapal dengan bergandengan tangan ikut tersenyum senang melihatnya. Tapi kalian salah, bukan karena Yonghwa dan Shinhye bersama, bergandengan tangan mesra. Melainkan karena senyum yang mengembang dari wajah tampan Yonghwa itu belum pernah mereka lihat sebelumnya.

"Mereka sudah pergi..." ujar Shinhye sedih saat mereka sampai di tempat yang tadi pasti digunakan teman-teman mereka menyalakan kembang api. Yonghwa segera membalikkan tubuhnya dan mengangkat wajah Shinhye dengan tangannya, menyuruh gadis itu menatap wajahnya dan berharap yeoja itu kembali tersenyum. "Gwaenchana, kita masih bisa menikmati malam terakhir kita di liburan ini dengan hal yang lain.." Shinhye mengerutkan keningnya untuk mencerna setiap arti kata yang diucapkan oleh namja yang selalu tersenyum setiap waktu pada semua orang. Dan beberapa detik kemudian Yonghwa kembali menarik tangan Shinhye menuju ujung kapal. "Kajja kita merasakan indahnya malam Jack & Rose dalam Titanic yang sangat terkenal dengan adegan ini.." ujar Yonghwa semangat sambil terus membimbing Shinhye agar lebih dekat dengan ujung kapal. Menatap indahnya ombak malam yang ditemani bulan dan bintang. Yang cahayanya terpantul indah di dalam air yang bergelombang. Tapi, tanpa diduga, Shinhye tersandung kayu penyangga sekoci yang berjejer banyak di setiap sisi kapal. Dan saat itu juga sekoci-sekoci itu terjatuh, saling membentur satu sama lain dan membuat Shinhye kehilangan keseimbangannya. Melepas paksa genggaman tangan Yonghwa dan membuatnya terjatuh ketika sekoci itu membentur pagar dan terjatuh ke dalam air. "Shinhyee!!!!!" Pekik Yonghwa seketika saat melihat sisi kapal di dekatnya sudah rusak dan suara benda jatuh ke dalam air segera menggema. Tanpa pikir panjang lagi namja itu dengan segala akal dan pikirannya yang hanya memikirkan Shinhye menjatuhkan dirinya begitu saja ke dalam air hitam yang bergelombang. Seorang petugas yang melihatnya segera berlari cepat meminta bantuan di bawah agar cepat menolong dua orang yang sekarang tengah berenang tak tentu arah di dalam dinginnya air yang seperti es.

"Shinhye..!! Shinhye..!!" Panggil Yonghwa keras di saat kepalanya naik ke atas permukaan dan berusaha mencari keberadaan yeoja yang sekarang sudah seperti menjadi hidupnya. Yonghwa segera meraih potongan sekoci yang mengapung di dekatnya, naik ke atasnya cepat dan tanpa membuang waktu memperhatikan sekitar dengan tingkat ketelitian yang melebihi batas. "Shinhye!!! Bertahanlah!!!" Teriak Yonghwa kencang saat kedua matanya menangkap sosok seorang yeoja tengah berusaha berenang menuju pecahan sekoci lainnya. Yonghwa segera menggerakkan kaki dan tangannya lebih cepat, tak memperdulikan rasa dingin yang sekarang membuat tubuhnya terasa kaku dan sulit bergerak. "Shinhye!!!" Panggil Yonghwa sedikit lega saat tangannya berhasil menggapai tubuh Shinhye yang hampir membeku, menyeretnya cepat menuju potongan kayu yang tadi dimaksudkan Shinhye. Yonghwa berusaha sekuat tenaga mendorong tubuh Shinhye agar berada di atas kayu, dan menghembuskan nafas leganya saat kini Shinhye sudah berada di atas. "Yong...hwaa.." panggil Shinhye disela gigi gemeretaknya, yang membuat Yonghwa tersenyum lebar saat mendengar Shinhye memanggil namanya. Ini pertama kalinya Shinhye memanggil namanya, bukankah ini memang hari keberuntungannya? Senyum dan panggilan dari Shinhye untuknya yang membuat seluruh tubuhnya semakin bergetar. Senang. "Tenanglah, sebentar lagi akan ada orang kesini. Bertahanlah..."

"Yong...hwaa.. "

"Tolong panggil aku lagi.."

"Yong..hhwaa. ."

"Terima kasih... Saranghae..." ucap Yonghwa pelan bersamaan dengan gelombang besar yang membuat tubuhnya terhempas dibawa arus meninggalkan Shinhye yang sekarang menitikkan air matanya.

Flashback end

"Saranghae... Saranghae Jung Yonghwa..." ucap Shinhye lirih bersamaan dengan tubuhnya yang mulai terasa lemas. Tapi disaat yang bersamaan, sebuah tangan kekar menahan tubuh Shinhye pelan, mengangkat tubuh itu dan memeluknya erat dari belakang. "Kamu datang? Benarkah ini kamu? Benarkah Tuhan memberikanku kesempatan untuk membalas semuanya yang belum sempat aku balas? " ujar Shinhye pelan didalam tangisnya yang pecah. Tangannya bergerak meraba tangan kekar di pinggangnya, memeluknya erat dan semakin membuatnya tergugu saat namja di belakangnya menyandarkan dagunya pelan ke bahu. "Gomawo... Mianhae.. Jeongmal mianhae.." ucap Shinhye pelan dan terasa akan terjatuh kalau saja tangan ini tidak menahannya. "Hanya satu permintaanku. Bisakah kau memanggilku? Memanggil namaku sekali lagi? " ujar namja itu pelan dengan senyum yang mengembang. Shinhye menggigit keras bibir bawahnya agar tidak semakin keras isakannya keluar. Suara itu masih sama, kelembutan itu masih sama. Betapa bodohnya aku menyia-nyiakan semua ini dulu. Batin Shinhye sakit saat semua memori akan namja ini muncul dengan cepat seperti sebuah kereta ekspres yang berjalan di atas rel. Cepat, namun tetap meninggalkan bekas yang tak terlupakan oleh rel itu sendiri. "Sekali saja..." pinta namja itu sekali lagi bersamaan dengan semakin pudarnya tubuh kekar yang kini memeluk Shinhye. Shinhye yang merasakan tubuhnya kembali dingin karena tangan dan dada itu semakin menghilang. "Yong...Yong..hhwaa.. Yonghwa..Jung Yonghwa..." ujar Shinhye bertepatan dengan lenyapnya tubuh namja di belakangnya bersama semilir angin yang berhembus. Dan beberapa saat kemudian Shinhye tersungkur jatuh dengan air mata yang terus mengalir.

--- Selesai ---


Update postingan FF di blog bisa dilihat di facebook HS Corner Shop atau di twitter Lovetheangels1

6 comments:

  1. Terharuuuuu !! Bnr2 titanic bgt nih ..seseorng yg rela mengorbankan dirinya demi wanita yg ia cintai...hmmm..sbnrnya agak mikir dlu klo mw bca yg sad end. Efek di ujungnya itu lohh..-_-
    Smngat!!! Bwt krya2 berikutnya..

    ReplyDelete
  2. Menyedihkan sekali....
    Ending yang bagus walaupun sad

    ReplyDelete
  3. Hhhmmmm menyedihkan,, knp yonghwanya gk dibuat msh hidup??? Kshan si hyenya

    ReplyDelete
  4. Hhhmmmm menyedihkan,, knp yonghwanya gk dibuat msh hidup??? Kshan si hyenya

    ReplyDelete
  5. Terharu wangbie gak kerasa airmata jatuh dngan sendiri nya.. kerenn nyesek biasanya gak suka sad ending tapi buat yg ini terasa bgitu wajar dan pas bgt feel nya..

    ReplyDelete
  6. Terharu wangbie gak kerasa airmata jatuh dngan sendiri nya.. kerenn nyesek biasanya gak suka sad ending tapi buat yg ini terasa bgitu wajar dan pas bgt feel nya..

    ReplyDelete