My Twilight
Penulis : Wangbie
Disclaimer : Don't bash! Don't copypaste without permission!
Its just for fun, so...
Happy reading...(^_^)
---oOo---
Langit gelap di sana seperti ku saat ini, kosong tanpa cahaya bulan maupun bintang yang biasanya selalu menghiasi malam-malam sebelumnya. Hanya arak-arakan awan berbentuk spiral, berputar-putar di dalam lingkaran gua tak bercelah yang terus menerus mengiringi waktu.
Aku sangat berharap, hujan turun deras sampai pagi.
Sudah 3 jam aku duduk di sini, menopang dagu bermalas-malasan sambil sesekali melirik penuh harap pada ponselku di meja. Tapi sepertinya 3 jam belum cukup untuknya puas karena berhasil membuatku menunggu seperti orang gila di depan jendela. Memperhatikan satu per satu mobil hitam yang masuk ke dalam pelataran parkir. Aku merasa jadi satpam, mengamati, mencurigai lalu menodongkan pistol pada seekor burung hantu yang singgah sejenak di pagar. Pasti akan menjadi hot news keesokan harinya di semua media massa, mungkin akan menyebar sampai ke seluruh penjuru dunia.
"PARK SHINHYE, SEORANG ARTIS PAPAN ATAS DI KOREA SELATAN YANG MENDAPAT JULUKAN "ANGEL OF KOREAN" SUDAH TIDAK BISA MEMBEDAKAN ANTARA BURUNG DAN MANUSIA"
Kira-kira seperti itulah headline yang akan muncul. Oh Park Shinhye...Park Shinhye... malang sekali nasibmu. Ck...
Kali ini ponselku bergetar, tapi aku malas untuk mengambilnya. Aku sudah terlanjur kecewa karena penantian penuh harap tidak menghasilkan apapun. Seharusnya aku tidak usah menunggunya saja biar dia cepat datang. Seperti ponselku, bergetar di saat yang tidak dibutuhkan.
"Oh!!" Seruku tiba-tiba senang.
Salah satu keinginanku terpenuhi. Hujan!
Hujan turun tiba-tiba dengan derasnya. Seperti luapan air mata para dewa di langit sana. Mungkin para dewa merasakan bagaimana perasaanku saat ini.
Aku sudah mematut diri lebih dari 5 jam. Tapi tetap saja berakhir di dalam apartementnya sendirian.
Hhmm...
Sudahlah, mungkin sekarang belum saatnya untuk kita bertemu. "Fighting Park Shinhye!!!" Ujarku menyemangati diri sendiri. Ironis? Mollayo...
Mungkin dia tiba-tiba ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda sampai besok pagi.
Lebih baik kembali merenung, menghitung acak setiap tetes air hujan yang berjatuhan di kakiku. Aku menggerang.
Tidak adakah yang bisa aku pikirkan sekarang untuk mengalihkan perhatian? Aku tidak mau memikirkan pekerjaan, karena hanya akan membuat moodku semakin hancur nantinya.
Ah...
Sudah cukup rasanya seharian ini aku berpikir betapa indahnya sabtu malam minggu bisa bersantai bersamanya sambil mendengarkan musik seusai makan. Daftar pertanyaan dan kalimat-kalimat protes yang sudah tersusun rapi sudah menguap begitu saja. Begitu juga dengan tingkat kesabaran yang akan aku tunjukkan hingga 50% dari pada biasanya saat dia mulai bercerita tentang hal menjengkelkan. Tapi...
Ish...
"Oh! Itukan vampir!!" Teriakku setengah melompat sambil menutup mulut tak percaya.
Untuk apa pemeran utama laki-laki di Twilight ke sini? Apa di sini ada kekasihnya? Atau apartement ini akan menjadi tempat lokasi syuting film terbarunya? Siapa lawan mainnya? Apa ceritanya akan menjadi cerita fiksi lagi? Ah.. apa jangan-jangan buku ke-5 Twilight akan dijadikan film? Kalau iya, pasti sangat ditunggu tanggal mainnya.
Film yang sudah mendunia! Siapa yang tidak tahu Twilight di jaman sekarang ini? Kisah pertama, kisah cinta seorang vampir dan manusia yang membuat penikmat film fiksi dengan sedikit horor, akan menaikkan level daya imajinasinya ke tingkat yang lebih tinggi. Pasti sedikit aneh bagi sebagian orang kalau mengingat ide awal novel karangan Stephenie Meyer ini berawal dari mimpi. Tapi kalau menurutku, itu hal yang wajar, karena tidak ada seorang pun yang tahu akan mendapatkan mimpi apa di saat dirinya mulai masuk ke dunia mimpinya. Dan juga, tidak harus juga kan seseorang hanya memimpikan orang-orang terdekatnya.
Tahukah kalian apa saja novel vampir paling laris di dunia selain Twilight?
Dari sekian banyaknya judul, aku suka novel karya L.J.Smith, The Vampire Diaries. Novel yang juga difilmkan sesuai banyaknya novel yang dibuat. Yang pertama judulnya The Awakening.
Sebenarnya hampir sama antara Twilight dan The Awakening. Bedanya terletak pada film yang beredar. Jika Twilight sangat mirip, The Awakening dan setelahnya hampir berbeda sama sekali dengan novel yang ada. Aku sempat bertanya pada sahabatku, kenapa bisa seperti itu? Dan sahabatku hanya menjawabnya dengan gurauan, 'mungkin si sutradara tidak bisa menggambarkan secara detail seperti novelnya.'
Hmm.. Entahlah...
Ketika aku membaca komentar-komentar orang di situs internet, tidak jauh berbeda dengan film atau novel lainnya. Ada yang mengatakan kalau Twilight terlalu bertele-tele sedangkan The Awakening lebih kompleks. Ada yang bilang kalau Twilight lebih bagus, The Awakening terlalu naif, yah.. itulah komentar orang. Tapi kalau aku ditanya bagaimana dua film dan novel itu, dengan sangat lega aku akan menjawab kalau dua film itu jauh berbeda, begitu juga dengan novelnya. Walaupun cerita intinya tetap sama, setiap novel memiliki daya tarik tersendiri untuk para pembacanya.
Di Twilight ada Edward Cullen, Bella Swan dan Jacob Black. Lalu di The Vempire Diaries ada Stevan salvator, Elena Gilbert dan Damon salvator.
Cerita cinta segitiga, satu antara vampire dan werewolf, lalu satunya lagi tentang dua vampir bersaudara.
Di Vampire Diaries film ke tiga, ceritanya sangat rumit. Ada Hybird (Vampire+Werewolf) yang terus memburu si Dolpenger Elena, Stevan yang menghilang lalu berusaha menjauhi Elena, Damon yang terus mengejar Elena, si penyihir anak dan ibu yang bekerja sama untuk menghancurkan vampir, dan vampir-vampir saudara sang Hybird yang mulai bangkit satu persatu untuk membentuk kekuatan lebih besar.
Hhh, aku ngeri kalau ingat bagaimana banyaknya darah yang berceceran, tubuh-tubuh kaku mengering karena darahnya dihisap, dan semua keanehan di dalam Mistic fals yang semakin membingungkan.
Bagi kalian si pecinta film vampire pasti tahu bagaimana perbedaannya. Yang pasti akhir ceritanya tetap sama, si manusia (Bella dan Elena) akan menjadi vampire dan tetap memilih Edward-Stevan mereka.
Ugh! Aku sedikit benci karena ada namja yang terluka. Itu mengingatkanku pada Kang Shin woo ku...
Shin woo, yaa... bogoshipeoyo...
Tapi, overall aku lebih suka Twilight karena sedikit kecewa dengan film Vampire Diariesnya.
But again... dua novel itu adalah novel hebat karya penulis hebat milik dunia. Stephenie Meyer, L.J.Smith, its amazing!
"Shinhye,ya..."
Aku kaget.
Tiba-tiba suaranya begitu dekat denganku. Apa karena ini aku terlalu memikirkannya sehingga aku berhalusinasi? Siapa? Edward cullen? Haha... jangan menganggap karena aku suka dengan tokoh Edward di sana, aku jadi menghilangkan daya kewarasanku. Aku masih normal.
Lalu siapa?
Dia Yonghwa, Jung Yonghwa. Vokalis, leader, composer, dan bakat lainnya yang dimilikinya membuat namanya semakin melejit. Kalian tahu kan? Atau ada yang tidak tahu? Ah.. jangan bercanda! Kalau kalian kpopers pasti tahu, namja asal Busan kelahiran 22 Juni, 26 tahun silam pemilik gigi gingsung di bagian kanan dan mempunyai nama kecil Yongyong, itulah Jung Yonghwaku.
Aku segera menggelengkan kepala cepat-cepat, mengusir aroma khas miliknya yang mulai menguar masuk ke dalam paru-paruku. Bagaimana mungkin dia bisa masuk setelah aku mengunci pintunya sejak tadi? Ck, "Fokus Shinhye! Fokus!"
"Fokus untuk apa chagi..."
Oh tidak! Suara itu terngiang lagi, bahkan aku bisa merasakan tangannya mendekapku hangat dari belakang. Aku bisa merasakan dagunya bertumpu pada bahu kiriku dan sebelah tangannya meraih tanganku agar ikut memeluk tangannya. Oh Tuhan.. eotteohkae? Sepertinya aku mulai gila.
"Shinhya,ya.. chagi.. mianhae... tadi aku mengartar eomma appa ke rumahmu dulu. Eommamu menitipkan sesuatu padamu. Tadi hujan deras sekali, aku menelponmu takut kalau kamu marah. Aku takut chagi.. aku khawatir kamu tidak mengangkat teleponku dari tadi. Makanya aku lari hujan-hujan supaya cepat sampai ke sini. Mianhae Shinhye sayang..Mianhae Shinji,ah..."
"Yong... ini kamu? "
"Iya, ini aku... memangnya siapa lagi yang bisa masuk ke sini saat pintunya terkunci dari dalam? Apa jangan-jangan kamu menunggu orang lain? Geun suk hyung misalnya? Atau kamu sedang menunggunya? Si pencium hebat itu? "
Aku melepaskan pelukannya, berbalik, menatap wajah yang selalu aku rindukan setiap waktu dan menyentuh pipinya yang dingin. Bajunya basah kuyup, tetes air dari kemejanya membasahi lantai di bawah kami.
Oh Tuhan.. ini memang nyata! Thanks God!
"Kenapa senyum-senyum sendiri? Apa Geun suk hyung memang mengatakan sesuatu padamu? Atau si pencium terhebat itu menjanjikan lain waktu yang lebih..."
"Bogoshipeo Yong... jeongmal bogoshipeoseo..
kamu tahu, aku sudah seperti orang gila menunggu di sini. Mengkhayalkan banyak hal yang tidak masuk akal dan terus melihat ke bawah. Menunggu mobilmu masuk lalu aku akan membukakan pintu sebelum kamu mengetuknya. Aku sangat merindukanmu Yong..." selaku cepat sembari merangsek dalam pelukannya, bersandar pada dada bidangnya yang berdegup kencang sepertiku saat ini.
Berpelukan seperti ini rasanya sangat menyenangkan. Bisakah waktu berhenti sekarang? Haruskah aku meminta Harry Potter belajar untuk menghentikan waktu? Rasanya itu sedikit kurang etis.
Bisa ku dengar tarikan nafasnya yang lega sebelum kini ikut memelukku lagi dan mengajakku berputar-putar di dalam dekapannya.
Kami tertawa.
Menertawakan degupan jantung kami yang tidak pernah berubah sejak pertama kalinya kita dulu bertemu. Pertemuan paling indah yang pada akhirnya membuatku mengerti, kenapa Yonghwa dan aku saling memilih, berdoa bersama agar Tuhan memberikan yang terbaik. Jodoh.
Begitulah namanya.
Dan ketika Yonghwa mulai menyentuh pipiku lembut, rasa perjuangan Romeo & Juliet tidak akan berakhir tragis. Karena kami akan membuat pemikiran yang salah itu terluruskan. Membuang jauh prasangka buruk tentang kita pada masing-diri.
"Chagi... melamun apa? Aku sudah ada di depanmu. Tidak perlu khawatir, aku selalu bersamamu kapanpun..." ujarnya pelan.
Aku hanya menggeleng, semakin mengeratkan tanganku di tubuhnya dan berjinjit untuk menyentuh bibirnya sekilas. "Saranghae..."
"Kamu tahu Ny.Jung? Itu sangat berbahaya..." serunya berbinar-binar sembari menahan punggungku tetap di tempat.
Aku mengangguk riang padanya. "Aku sangat tahu itu..."
"Kamu tahu hukumannya? "
"Tahu pasti itu.
Dan dengan itu aku akan menjawab apakah aku memikirkan namja lain atau tidak sebelum kamu datang.."
"Benarkah? "
"Hhmm..
Tapi ganti baju dulu, nanti bisa masuk angin. Aku akan siapkan kopi dan menghangatkan makanan, lalu kita makan dulu sebelum melanjutkan perihal hukuman tadi. Kamu setuju? "
"Setuju. Deal.." jawabnya sumringah sembari mengecup bibirku singkat sebelum berlari menuju kamarnya.
Aku tersenyum lega melihatnya.
Hhhh... aku sadar, aku tidak mungkin bisa berpaling darinya sedikitpun. Namja paling sempurna yang sudah menjadikan aku bagian dalam dirinya.
Merasa bangga, itu pasti.
Tapi, aku bahagia bukan karena itu, aku bukan bangga karena dia tampan, dia multitalent, dia banyak di incar para yeoja, dia selalu membuat orang histeris kesenangan atau karena senyumnya benar-benar mematikan.
Bukan karena itu aku bangga, aku bangga karena dia adalah aku dan aku adalah dia. Satu jiwa yang akan sakit jika terpisah, namun akan menyebarkan virus kebahagiaan ketika terus bersama. Itulah aku. Itulah dia. Itulah kita.
"Chagi... bagaimana kalau kita adalah sepasang merpati? " tanyanya sambil berteriak dari dalam kamar.
Aku tertawa, mendekat ke pintu kamarnya, mengetuk perlahan lalu menjawab, "aku tidak mau sepasang merpati. Aku mau seperti kisah cinta Edward cullen dan Bella swan. Cinta yang abadi dan berakhir bahagia bersama putri cantiknya dan semua orang yang menyanyanginya. Aku ingin menjadi Bella, menerima cinta tulus Edward yang pada akhirnya mempersatukan dua dunia berbeda ke dalam satu bentuk kesempurnaan abadi. Aku ingin..."
"Tapi aku hanya ingin mencintai seorang Park Shinhye seorang...
Aku ingin memberikan cinta seorang Jung Yonghwa yang utuh, memberikan semuanya hanya padamu. Jung Yonghwa dan Park Shinhye.." selanya mengagetkanku yang secara spontan membuka pintu. Membuatku terjatuh dalam pelukannya dan membiarkan tangan kekar itu kembali mendekapku.
"Saranghae chagi..."
"Nado saranghae Yong.. Saranghae Bolmae jung.. Saranghae my vampire... Saranghanda..."
Kami tersenyum.
Menatap kerlip bintang di atas langit di saat gerimis masih mengundang. Bintang di sana tersenyum, tersenyum pada kami yang terus menyatakan cinta dengan ungkapan penuh ketulusan. Ungkapan dari hati yang terdalam dari Park Shinhye dan Jung Yonghwa, dari Jung Yonghwa dan Park Shinhye, dari kami, Yongshin couple.
Memang benar,
Tidak perlu sang vampir atau si penyihir atau si penyanyi, atau bahkan si aktor terkenal yang membintangi kisah cinta di film dunia. Robbert Pattinson, Leonardo D'Caprio, Christian Bautista, atau tokoh pangeran dalam cerita barbie. Kami tidak perlu meniru cinta mereka, karena kami punya cinta sendiri, adalah....
Cinta Yongshin...
--- Selesai ---

Sweet...romantic....dua jiwa yg menjadi satu dr dunia yg berbeda..
ReplyDeleteTiap orang punya kisah tentunya berbeda dg yg lainnya..dan kita tidak perlu menjadi orang lain tuk merangkai kisah itu untuk menjadi rangkaian cerita indah.Karena kita adalah aku dan kamu..dan bukan mereka.^-^
hihi.. gomawo unni..
ReplyDeletebaru baca disinikah ? apa di fb dulu udah baca ?
I like it...
ReplyDeleteSungguh...
Gak banyak comment...
Ehmm,, hny bs berdehem dan trsenyum,so sweet bngt yong
ReplyDeletegomawo Afrianda .. Qian.. <3
ReplyDeleteSaya suka saya suka
ReplyDeleteSaya suka saya suka
ReplyDeleteSaya suka saya suka
ReplyDeleteKayanya sih iya baru bca dsni wb....^-^
ReplyDelete