"Im LUCKY coz Im ROBOT"
Author : Wangbie
Genre : Terserah readers
Cast : Jung Yonghwa, Park Shinhye
Lenght: Oneshoot
Sumber : I'm Lucky cuz I'm Robot
~ Don't bash!!! Don't copypaste without permission!!! Thanks.. (^_^) ~
---oOo---
Jika suatu pilihan yang ditetapkan dari awal tidak bisa diubah, maka tidak akan ada hasil kedua yang diperhitungkan. Dan saat sebuah pertanyaan yang diajukan harus segera dijawab, maka jawabannya pun hanya ada satu, Yes Sir!
---oOo---
Berdecit suara pintu yang perlahan membuka membuyarkan lamunan seorang namja berumur 26 tahun yang tengah asyik memetik gitarnya perlahan sambil memandang lurus ke depan. Menatap dedaunan hijau yang sedikit bergoyang karena angin, dan bayangan tralis besi yang terpasang di jendela. Seorang yeoja dengan beberapa kantong plastik di tangan segera saja masuk, meletakkan barang belanjaannya lalu duduk tepat di sebelah namja yang sekarang tengah tersenyum. Menengadahkan sebelah tangan ke depan dan menutup matanya perlahan sambil bergumam pelan, "mana hadiahku? "
Yeoja itu tertawa, menangkap tangan yang terbuka lebar di depannya dan mengecup pelan kedua pipi namjanya. Sedikit tersentak ketika tanpa diprediksinya, entah bagaimana cara namja itu melakukannya, ia sekarang sudah berada dalam pangkuan namja itu dengan kedua tangan yang memeluk erat leher di depannya. "Dan ini hadiahku Ny.Jung..." ucap namja itu penuh kemenangan lalu dengan perlahan menyatukan bibir mereka berdua dalam satu pergerakan lambat yang syarat dengan kelembutan.
"Bagaimana kalau tiba-tiba Eomma datang? Pintu depan tidak aku tutup, Yong... Atau bagaimana kalau ada tamu yang melihat kita? " kata yeoja yang sekarang menundukkan wajahnya dalam untuk menyembunyikan semburat merah yang langsung memenuhi wajahnya.
"Eomma akan dengan senang hati membiarkan kita. Toh Eomma sendiri yang menginginkan ini..."
"Jadi, ini semua hanya keinginan Eomma?? Arrasseo, ini keinginan Eomma..." jawab yeoja itu dengan wajah kesalnya yang membuat si namja semakin tersenyum lebar.
"Iya, ini keinginan Eomma, yang pada akhirnya menjadi keinginan dan impianku. Dan aku sangat bersyukur atas semua keinginan Eomma yang selalu melarangku pacaran, sok jadi anak gaul, dan hura-hura sesuka hati. Karena dengan begitu, aku bisa mendapatkan hatimu, jiwamu dan seluruhnya tentangmu, membalasnya dengan semua jiwa ragaku. Dengan semua cintaku yang hanya untukmu. Hanya untukmu. Saranghae nae yeobo.. Park Shinhye...."
Yonghwa pov
Aku Jung Yonghwa, namja asal Korea Selatan yang sekarang bekerja di salah satu bank terbesar di sini. Ayahku seorang dokter di Amerika, ibuku seorang perancang busana yang terkenal dengan otoritasnya dalam keluarga. Aku punya seorang kakak laki-laki, dan sekarang ia sudah hidup bahagia dengan istri dan anaknya di Italia. Aku dan kakakku dibesarkan dalam keluarga yang penuh dengan sebuah pendiktean, keseriusan, dan tidak ada kata tawar menawar di sini. Ibuku yang memutuskan semuanya, mulai dari awal aku dan kakak mulai sekolah, hingga pasangan hidup kami pun sudah dipilihkan oleh beliau. Ibu akan melepaskan semua aturan itu saat kami sudah menikah. Terbukti, kakak memilih Italia untuk kota keluarganya, disamping karena pekerjaan kakak yang seorang duta besar dunia, Italia adalah kota impiannya. Dan ibu memang sengaja memilihkan gadis Italia untuknya. Katanya agar lebih tepat dan efisien.
Lalu bagaimana denganku?
Tidak jauh berbeda, aku pun sama. Tidak ada kesempatan untuk memilih, tapi mungkin karena itu dari kecil aku sudah terbiasa dengan semua keputusan ibu untukku. Bahkan aku sangat berterima kasih karena sikap keras yang diberikan padaku selama ini oleh beliau. Karena apa? Seperti yang kalian ketahui dari atas, aku sudah menikah dengan seorang yeoja Korea yang sangat memberikan kontribusi banyak untuk negara dalam bidang sejarah. Ya, dia seorang ilmuwan sejarah yang sudah menyelesaikan study masternya di usia 25 tahun. Hebat! Aku saja baru S2. Selain cantik, dia juga sangat ramah. Lembut, penyayang, bertanggung jawab penuh dengan setiap keputusan yang diambilnya. Dan ada kesamaan, kita berdua selalu disibukkan dengan sekolah, kerja dan masa depan sebelum menikah. Bedanya, dia memang sengaja tidak ingin memikirkan namja sebelum semua targetnya tercapai. Aku sedikit iri padanya. Tapi, sejak dua bulan yang lalu, lebih tepatnya satu hari sebelum pernikahan kami dilaksanakan, untuk yang pertama kalinya kami bertemu dan saling jatuh cinta. Terdengar geli? Atau lucu? Atau bahkan itu hanya karena sebelumnya kita tidak pernah pacaran? Jawabannya adalah TIDAK! Kami juga namja-yeoja normal yang ada kalanya melihat sekeliling. Banyak orang jatuh cinta dengan teman sekelas, satu rekan kerja dsb, tapi karena prinsiplah yang membuat rasa cinta kasih kami tumbuh disaat yang tepat. Kami sangat bersyukur, dan kami sangat beruntung karena semua itu.
Yonghwa pov end
---oOo---
"Yong... istirahat dulu. Ini sudah larut, besok kita masih libur. Dan pasti tidak membutuhkan waktu lama kan untuk menyelesaikannya..." ujar Shinhye dengan sedikit nada menggoda. Yonghwa hanya mengangguk, menoleh sejenak ke arah istrinya yang tengah menatapnya dalam lalu tersenyum kecil pada bulan yang bersinar terang di atas sana.
"Kajja kita menikmati malam ini..."
"Bukankah setiap malam selalu kita nikmati? " jawab Shinhye malu dan beranjak untuk menutup jendela di depannya yang masih terbuka lebar.
"Kenapa hanya itu yang ada di otakmu, yeobo? Eoh? Apa aku terlalu hebat? Sampai kau selalu menginginkannya? "
"Mwo?? " ucap Shinhye salah tingkah dan segera meninggalkan acara menutup jendelanya, berlari kecil menuju tempat tidur dan menarik selimut hingga menutupi kepala. Yonghwa terkekeh pelan dibuatnya.
"Aku tidur duluan. Besok aku harus bangun pagi dan menyiapkan masakan untuk kita bawa ke rumah Eomma. Tadi Eomma menelpon, meminta kita untuk datang karena kakak juga datang..." kata Shinhye sedikit keras dari balik selimutnya. Lagi-lagi Yonghwa terkekeh, berjalan pelan dengan tangan yang dimasukkan ke dalam saku, dan tetap membiarkan jendelanya terbuka lebar. Membiarkan angin malam yang berhembus pelan menemani malam mereka dengan sinar bulan dan ribuan bintang di sekelilingnya.
"Eomma tidak akan marah kalau kita tidak membawa makanan. Jadi tidak perlu bangun pagi-pagi dan memasak. Atau perlukah aku membantumu menyiapkan semuanya? " tanya Yonghwa pelan setelah membaringkan tubuhnya di samping istrinya. Shinhye sedikit terkesiap saat tangan kekar itu memeluk pinggangnya pelan, sedikit memutar tubuhnya hingga kini mereka saling berhadapan.
"Aku ingin malam ini kita menikmati indahnya bulan dan bintang di atas sana, sayang... Kau keberatan? " tanya Yonghwa lembut sambil membelai pelan pipi Shinhye, menyelipkan rambutnya yang sedikit menutupi pipi istrinya yang sangat menggemaskan ke belakang telinga. Shinhye tersenyum dan menggeleng pasti, lalu dengan keberaniannya segera menyandarkan kepalanya di atas dada bidang suaminya. Mereka berdua tersenyum, menatap bulan yang seakan ikut tersenyum bersama mereka.
"Kajja kita menikmati malam ini..." ucap Shinhye dengan wajah berbinarnya. Tangan Yonghwa yang sedari tadi sudah mendekapnya erat membuat senyumnya semakin lebar, senyum yang membuat seluruh tubuhnya sendiri ikut merasakan kebahagiannya.
"Saranghae..."
"Nado saranghae..."
--- Selesai ---
Haaaiii...
Siaaang!!!!!
Ahh... Hari ini lagi mau happy, jadi aku bagiin happy ku ke kalian semua. Moga kalian ikut happy ne.. Saranghae all...
*jangan lupa commentnya.. Thanks.. (^_^)
*****

Aahh ikut happy jadinya klo ceritanya kya gini..^^. Orang tua mmg slalu mmberikan yg trbaik untuk kita...yg mngkin kita tdk prnh menyadarinya sjak awal hingga akhirnya kita sndiri bsa merasakan betapa mereka sungguh sangat menyayangi kita dn ingin kita bahagia.
ReplyDeletePilihan orangtua selalu tepat...
ReplyDeleteFated to love you...( Gak nyambung inggrisnya)
Hihihi....
Aku juga ikutan happy :)
ReplyDeleteSama endingnya dan juga sama penulisnya yg lagi happy dan berbagi perasaannya dgn membuat FF Happy End :)