Close Friend
Penulis : Wangbie
Karakter : Jung Yonghwa, Park Shinhye
Sumber : Close Friend
~Don't bash! Don't copypaste without permission! Thanks...~
Suasana di tempat konser masih riuh rendah oleh teriakan histeris serta panggilan dari para Boice padanya.
Eomma Jung terlihat sangat senang melihat putranya berdiri di atas panggung sana dengan senyum paling membahagiakan. Rasa letih karena setiap hari harus bolak balik keluar negeri atau menghadiri acara lainnya terasa terbayarkan, ketika dia dan teman-temannya menaiki panggung. Disambut meriah oleh semangat yang sudah seperti udara baginya.
"Fans adalah segalanya Hye..." begitulah katanya saat pertama kalinya aku bertanya.
Memang benar juga, fans adalah segalanya. Tanpa fans, artis, siapapun itu bukanlah siapa-siapa. Tidak akan menjadi besar namanya kalau bukan karena fans selalu menyebutnya, mencari tahu perkembangan terbarunya hingga terkadang memberikan komentar tentang siapa-siapa saja yang pantas untuk dekat dengan idolanya.
Mungkinkah hal itu hanya terjadi pada dunia kpop? Aku tidak pernah mendengar kabar seorang fans artis manca negara terlibat perang adu pendapat di sosmed.
Para netizen memang ada dimana-mana, tapi aku merasa di sinilah tempat paling besar arti fans yang paling ekstrim.
Atau itu hanya pendapatku saja?
"Chagi... nanti kamu ikut ke backstage ya.." bisik eomma Jung pelan. Hampir tidak terdengar karena suara di sekeliling kami semakin keras.
Musik sudah mulai dimainkan, tapi dia belum muncul. Kemana dia?
"Ye, eomma. Shinhye sudah membawa hadiah untuk Yonghwa, semoga dia menyukainya.." jawabku lirih yang segera mendapat respon positif.
Eomma segera merangkul lenganku agar merapat pada beliau, "Yonghwa pasti akan menyukainya kalau itu darimu..."
Aku tersipu mendengarnya. Beruntung, lampu sudah dimatikan, jadi ekspresi wajahku tidak begitu terlihat jelas.
Tapi eomma terdengar terkikik pelan, ah.. pasti eomma tahu aku malu mendengarnya.
"Itu Yonghwa.. dia sudah naik.." kata eomma mengagetkanku.
Segera punggungku tegak, mataku menyusuri seluruh area panggung, dan aku menemukannya.
Dia berdiri di tengah-tengah stage, dia...
Menatapku!
"Ayo.. berikan semangatmu untuknya, dia pasti sangat senang.."
"Eomma..jangan menggodaku terus.." protesku lirih, eomma tertawa cekikikan kecil melihatku.
Tapi akhirnya tetap sama saja, tangan kiriku terangkat ke atas sedikit, mengepalnya kuat dan aku tersenyum.
Semoga dia melihat senyumku.
"Semangat Yong..." ucapku dalam hati.
Tak lama kemudian konser dimulai, lagu demi lagu yang sudah disusunnya sedemikian rapinya kembali menyihirku.
Suaranya begitu menyatu dengan musik, hingga beberapa kali tanpa bisa ku tahan, aku menitikkan air mata.
One time...
Itu adalah lagu yang berisikan mimpi-mimpi mereka. Mimpi menjadi yang nomor satu di dunia, menjadi idola semua orang karena kemampuannya, bukan karena wajah tampan yang memang mereka miliki.
Itu hanya point pendukung.
Aku teringat saat awal karir mereka yang benar-benar patut aku banggakan. Bukan hanya aku yang bangga, mereka, para fans, orang tua, teman, semua orang pasti bangga melihatnya.
Karir yang mereka mulai dari nol tanpa embel-embel sensasi apapun, itulah yang membuatku bangga menjadi bagian dari mereka.
"Bagiku yang terpenting adalah orang tua dan CNBLUE.." itu kalimatnya yang sampai sekarang membuat rasa hormatku atas jerih payahnya tak kunjung reda.
Dan kalimat itu pula yang selalu mengingatkanku pada pernyataannya di sebuah acara, kalau aku, Park Shinhye adalah member ke-5 CNBLUE.
Bukankah aku akan dikecam banyak orang kalau aku mengatakan aku tidak bahagia karenanya.
Hanya orang bodoh yang bisa mengatakan ketidakbahagiaannya saat seseorang mengatakan di hadapan publik tentang arti dirinya bagi orang tersebut.
Hal itu juga mengingatkanku pada awal karirnya dulu.
Saat memulai debut aktingnya bersamaku, Geun suk oppa dan juga Hongki.
Dia terlihat sekali masih kaku, hanya padaku dia berani menampakkan perasaannya yang sebenarnya.
Sungguh, masa-masa itu adalah masa paling membahagiakan. Bisa bersama-sama di layar televisi, beradu akting, bersahabat, berteman baik dan menjadi orang paling penting untuknya.
Aku sempat berfikir, drama YAB dikenal banyak orang karena peran Shin woo yang benar-benar memukau. Dan jujur saja, feel pemeran utama yaitu aku dan Geun suk oppa sedikit tenggelam karena perasaan tersakitinya dia di sana.
Apa itu benar? Atau aku saja yang terlalu melebih lebihkannya?
"Hye... dia menatapmu terus. Kamu melamun chagi.."
"Oh..
Aniyo eomma. Shinhye hanya terlalu menghayati lagunya." Jawabku gugup. Lagi-lagi eomma terkikik.
Ku sapukan lagi pandanganku mencarinya.
Tidak susah, dia berdiri di ujung stage dekat Jonghyun lalu kembali ke tengah setelah melewati Minhyuk dan Jungshin.
Kenapa dia harus memutar seperti itu? Ckck..
Ku beranikan diri melambai ke arahnya. Lampu dimatikan lagi.
Aku baru menyadari kalau ternyata dia sudah berganti baju. Apa konser sudah setengah jalan? Apa yang aku lamunkan tadi?
Ish.. Yonghwa pasti bingung melihatku tidak merespon.
Mereka mulai menyanyikan lagu Love light.
Lagu yang Yonghwa buat untuk cinta pertamanya.
Aku sedikit cemburu pada cinta pertamanya, lagu ini begitu dalam. Tapi aku juga sedikit kesal karena ada sebagian orang yang mengatakan lagu ini adalah lagu couplenya dengan salah seorang anggota girlband.
Tidakkah mereka bisa membedakan mana waktu untuk bersenang-senang dan waktu untuk bertindak sportif.
Seharusnya kalau mereka memang Boice, mereka pasti bisa menghargai itu. Bukan malah sebaliknya.
Ada kalanya aku marah kalau membicarakan lagu couple, ingin rasanya meneriakkan pada seluruh dunia kalau YFFM, Because I Miss You, Because im fool, Comfort song itu lagu kami. Karena memang lagu-lagu itu dia bawakan saat drama kami berlangsung.
Bukannya aku tidak terima, aku tahu demo lagu love light itu bersamaan dengan acara reality show mereka. Dia berduet dengannya, memang benar. Tapi tidak bisakah mereka memberikan nilai sportif tanpa membawa nama couple.
"Chagi... " panggil eomma serius.
Aku segera menyembunyikan kekesalan di wajahku, tapi gagal.
"Kenapa? "
"Shinhye hanya teringat sesuatu eomma.."
"Apa? Kata orang tentang lagu ini? "
Eomma memang bukan orang tua yang pasif, seluruh hal yang menyangkut anaknya pasti beliau tahu. Jadi tidak ada gunanya juga menutupi kekesalanku.
Aku mengangguk pasrah.
"Chagi..
Biarkanlah orang mau berkata apa, yang paling penting adalah kita.
Kita yang tahu pasti apa yang terjadi, jadi jangan dimasukkan dalam hati.
Yonghwa sudah memastikannya untukmu kan sayang.."
"Ye eomma.. gomawoyo..." jawabku pelan.
Masih sedikit kesal, tapi pelukan dari orang tua seorang namja yang kini tengah memberikan performa terbaiknya di bahuku membuatku segera melupakan semuanya.
Eomma benar, hanya kita yang tahu pasti bagaimana kejadian itu berlansung. Jadi tidak ada gunanya lagi berduka atau merasa kesal hanya karena kata-kata sebagian orang.
Toh kita sendiri juga yang menjalaninya.
"Gomawo eomma..."
Semua orang kini menunggu tidak sabar ketika dia dan teman-temannya masuk lagi ke backstage.
Aku melirik jam tangan kecil di tangan kiriku. Masih 20 menit lagi.
"Kamu ingin menemuinya sayang? "
Aku tersenyum lalu mengangguk. Tidak ada salahnya juga kan menemuinya sebentar selagi dia beristirahat.
"Kajja eomma.." ajakku riang. Tapi eomma menggeleng.
"Kamu saja, nanti eomma menyusul. Akan banyak yang curiga kalau kita bersama-sama.
Eomma tidak menyiapkan syal dan topi.."
"Tapi eomma, Eomma tidak apa-apa sendiri di sini? " tanyaku agak khawatir.
Lampu mulai menyala lagi.
Ah..waktunya tinggal sedikit lagi, bagaimana ini. Aku tidak tega meninggalkan eomma sendirian.
"Tenang.. di sebelah eomma ada appa.."
"Nde? " tanyaku terkejut.
Appa Jung juga ikut, kenapa aku tidak melihat dan menyadarinya?
Astaga..
Shinhye pabo!
"Jeongseumnida appa. Shinhye mengira appa tidak jadi ikut. Eomma mengatakan kalau appa kurang enak badan.. jadi..."
"Sudah..
Sana. Dia pasti menunggumu. Nanti saja bicaranya." Sela eomma cepat.
Ku lihat appa mengangguk,
Aku masih bingung.
"Kamu ingin kehilangan waktu singkat ini? " bisik appa geli.
Senyum di wajahnya itu sungguh mirip dengan Yonghwa.
Aku ingin bertemu dengannya.
"Benarkah tidak apa-apa? Shinhye kesana sekarang ya.."
"Iya..
Sampaikan salam kami padanya. Nanti kami akan menyusul.." pesan eomma sebelum aku beranjak dengan sedikit tergesa-gesa.
Jaket tebal dan juga syal segera saja ku rekatkan lebih erat.
Ada beberapa fans yang melihatku dengan tatapan menyelidik, aku hanya berharap mereka tidak mengira itu aku.
---oOo---
Aku sampai di backstage tepat saat dia dan Jonghyun hendak naik ke panggung. Minhyuk dan Jungshin sudah duluan rupanya.
Ah..apa aku terlambat?
"Noonaa!!!" Pekik Jungshin dan Minhyuk bersamaan dari belakangku.
Mereka memelukku erat, aku pun balas memeluk mereka bersamaan.
Jonghyun terkekeh melihatnya.
"Noona tadi noona lihat kan, hyung sangat genit..." celetuk Minhyuk setelah dia menarikku agar duduk di sofa bersamanya.
Jungshin dan Jonghyun sepertinya perlu mendiskusikan sesuatu. Mereka segera menyendiri di pojok seusai memberikan sebotol air mineral padaku.
"Noona lihat kan seberapa genitnya hyung..." imbuhnya semangat.
Aku bisa melihat betapa bersemangatnya dia berniat menceritakan segala hal yang terlewatkan olehku.
"Hyukie,ahh!!! Kamu ingin tidur di luar ya malam ini? " teriak Jonghyun kencang yang langsung membuatku dan Minhyuk tersadar.
Ku lihat Jonghyun dan Jungshin melakukan toss dibarengi dengan tatapan penuh kemenangan.
Pasti mereka membayangkan bagaimana member paling imut itu memohon pada sang leader agar dibukakan pintu.
Minhyuk segera menatapku dengan tatapan memohon.
Aku mengangguk pasti dan tersenyum.
Minhyuk memelukku sekali lagi, mencium pipiku sekilas lalu berlari menghampiri Jonghyun dan Jungshin. Menghadiahi kedua Lee dengan jitakan ringan sebelum akhirnya tertawa bersama.
Aku melihatnya sibuk menempelkan handuk kering di tangan dan keningnya sambil memunggungiku.
Keringatnya yang menempel di kaos putihnya itu membuatku enggan untuk mendekat.
Bukan karena dia berkeringat, tentu bukan masalah buatku.
Tapi lebih pada rasa gugup yang langsung menjalari setiap sel dalam tubuhku.
Aku menunggunya berbalik. Berencana memeluknya erat tepat saat ia melihatku. Tapi hampir 2 menit lamanya, Dia masih memunggungiku.
Padahal sekarang ia tidak melakukan apapun.
"Noonaa.. waktu tinggal 5 menit lagi.." seru Minhyuk nyaring.
Aku kembali melihat jam tanganku.
"Kita naik sekarang..." ujarnya tiba-tiba.
Yonghwa berjalan melewatiku begitu saja, tanpa menyapa, sepertinya melirikpun tidak.
Oh Tuhan..
Dia benar-benar cemburu?
"Yong... Bogoshipeo..." seruku tertahan setelah tanganku berhasil meraih tubuhnya.
Bisa kurasakan sekarang bagaimana tegangnya punggung namja yang selalu menjadi tempat bersandar paling nyaman untukku.
Astaga...
Bolmae Jung...
"Aku harus naik Shin..." jawabnya kaku.
Aku tahu suaranya bergetar, pasti sekarang dia sangat ingin menyembunyikan rasa kesalnya.
"Hyung... Kami sudah meminta untuk mengulur waktu lebih lama. Tapi hanya satu menit. Ok." Kata Jonghyun pelan.
Jungshin dan Minhyuk menatap kami dengan perasaan bersalah.
"Yong..." panggilku pelan.
Mungkin lebih baik dia menyelesaikan konsernya dulu. Aku akan menunggunya di sini sambil menyiapkan baju ganti, air minum, handuk dan makanan kecil.
"Aku akan menunggumu di sini...
Semangaatt!!!!" Kataku penuh tekad.
Aku memutar tubuhnya menghadapku.
Yonghwa menunduk.
"Hwaiting Bolmae Jung!!!"
"........"
"Eomma dan appa nanti menyusul kesini.
Aku sudah menyiapkan hadiah untukmu. Dan selagi menunggu, aku akan menyiapkan baju ganti, handuk, air minum, makanan kecil dan membereskan barang-barangmu. Pasti kamu capek kan.."
Yonghwa mengangguk.
Mengangkat wajahnya lamat-lamat dan segera mendaratkan bibirnya di kedua pipiku.
Aku tersenyum.
"Tunggu hukuman untukmu. Masalah kita belum selesai. Arrachi..."
"Arraseoyo...
Cepat naik. Mereka menunggumu."
"Bogoshipeo Hye..."
"Nado bogoshipeo Yong... hwaiting!!!"
"Hye... Kau tahu kan... semua ucapanku masih tetap sama. Tidak berubah sama sekali. Hanya kamu yang...."
"Arra Yong.. arraseoyo.. Jangan khawatirkan apapun. Kita kan close friend." Aku menyela.
Yonghwa tertawa.
Ya Tuhan...tawa itu sungguh menggetarkan.
"Kita memang close friend.." ujarnya setuju sambil menarikku ke dalam pelukannya yang hangat.
Diangkatnya tubuhku dalam dekapannya. Kami berputar-putar beberapa kali sampai Minhyuk menepuk bahunya pelan.
"Sudah waktunya hyung.."
"Arraa!!!" Jawabnya kesal namun masih memelukku.
"Tidak ada ceritanya close friend itu berpelukan seperti itu..." celetuk Jungshin jahil. Namja jangkung itu sudah siap di bawah tangga dengan topinya.
"Dan tidak ada cerita dalam sejarah, close friend itu saling mengatakan cinta seperti itu.." sahut Jonghyun tak kalah jahil sembari menyampirkan gitarnya.
Minhyuk hanya tersenyum melihat kami masih berpelukan.
"Benarkah kita close friend? " tanyanya iseng.
Aku bermaksud menjawab pertanyaannya dengan gurauan, tapi terlambat.
Bibirnya kembali mendarat di pipiku sebelum mengecup pelan bibirku.
"Tidak ada close friend yang saling berbagi ciuman seperti itu..." bisik ketiga dongsaengnya pelan.
Ternyata mereka sudah mengerubungi kami.
Astaga..
"Naiklah..."
"Arraseo... semangat my close friend..."
"Saranghae my close friend..."
"Saranghae..."
"Dan tidak ada juga, close friend saling mengatakan saranghae dengan mata yang berbinar-binar penuh cinta..." bisik ketiga dongsaeng kami lirih sebelum akhirnya menaiki panggung dengan senyum mengembang.
Ku dorong tubuhnya agar cepat naik.
Lagi-lagi teriak pada Boice di luar sana begitu semarak.
Dan lagi-lagi pula hatiku bergetar saat melihat suaranya kembali mengalun, menyapa para penggemarnya dengan sesekali melihat ke arahku sembari mengedipkan mata.
Saranghae nae namja..
Saranghae Bolmae Jung...
--- Selesai ---

Good job author!!!
ReplyDeleteClose friend?
Hahaha...
Hahaha ... eoh, they are close friend.. >.<
ReplyDeletegomawoyo..
Wkwkwk bukn close friend tp close love.
ReplyDeleteHwaaah keren unni, kek aku lg ngulang baca berita mereka yg udh lama kkk.
.
.
Belum masukin ff berchapter yaa unn?
.
Fighting unnie!!
Di tunggu ff berikutnya.
ditunggu ya yg berchapter :)
Deletebener thu Jia....
DeleteDi tunggu ajah..
Tapi skrg udah di post tuh yg chapter , ^^
This comment has been removed by the author.
Deleteaku sukaaa tulisan author wangbie. bener kata jungshin mah "mana ada closed friend yang kayaak gini" haha gomawoo.
ReplyDeleteKeren....bener2 kt 3 member cnblue mana ada close friend berbagi ciuman...
ReplyDeleteFighting thor
Dan rara terkikik krn close friends td
ReplyDeleteDan rara terkikik krn close friends td
ReplyDeleteGomawo .. Syarifaa.. Ike .. Qian...
ReplyDeleteaaaauuu aaauuuu senyum2 sendiri,, ini close friendnya dlm tanda kutip ha ha ha,, wangbi selamat pagi!!
ReplyDeleteaaaauuu aaauuuu senyum2 sendiri,, ini close friendnya dlm tanda kutip ha ha ha,, wangbi selamat pagi!!
ReplyDeleteFF yang aku suka ♡♡♡ Ahh Eon wangbie Ff ini selalu bikin melting :D hihi~ akhirnya bisa juga comment di blog
ReplyDeleteClose friend nya bener2 romantic close friend ini mh..^-^
ReplyDeleteclosefriend yg mesraaa
ReplyDelete