Wednesday, October 21, 2015

[FF Indonesia] Can't Stop (Part 1)

Can't Stop (Part 1)


Genre : Romance

Cast : Jung Yonghwa, Park Shinhye, Lee Jonghyun and the others


Sumber : 1a 1b 1c 1d

Semua yang ada dalam cerita ini milikku pribadi. Kecuali cast yang ada. Karakter yang aku buat untuk masing-masing tokoh tidak ada hubungannya sama sekali dengan yang sebenarnya. So.. Just for fun chigudeul..
Dont Copy without permission!!

Happy Reading...

---oOo---

Sebuah ruangan yang cukup besar berwarna biru terang dengan beberapa sentuhan putih di beberapa sudut tampak sepi. Lebih tepatnya sunyi. Tidak ada bunyi apapun dair sana kecuali detak jarum jam di dinding yang memecah kesunyian.
Seorang pria sedang terbaring di atas tempat tidurnya yang besar dengan kedua tangan yang digunakannya untuk menumpu kepalanya. Matanya menatap intens pada gambar mobil yang memang sengaja dipasangnya tepat di atas tempat tidur. Sebelah tangannya terangkat, berusaha menggapai gambar. Tapi dengan cepat tangannya terjatuh begitu saja. Setetes air mata jatuh dari matanya, mengalir pelan di pipi dan akhirnya membasahi lehernya. Bibirnya sedikit bergetar saat perlahan tetesan air mata yang terjatuh semakin deras mengalir. Dipejamkan matanya, berharap bayang-bayang masa lalu akan hilang. Namun yang terjadi malah yang sebaliknya. Sepotong demi sepotong memori yang dikuburnya perlahan muncul dan menjadikannya drama yang terpampang jelas di depan matanya.

Flashback

"Yonghwa! Yonghwa! Yonghwa!"
Sorak sorai penonton menggema di seantero arena balap mobil yang saat ini tengah menyaksikan idola mereka hampir sampai di garis finish.
Sebuah mobil berwarna biru muda dengan gambar seekor kupu-kupu di belakang bampernya melaju semakin kencang saat sebuah mobil kuning di belakangnya hampir mendahuluinya.
"Ya.. mari kita sambut pemenang baru ki..."
Damn!
Cckkiittt... Brrukkk!!!
Mobil biru yang hampir mencapai garis finish terlempar jauh dan menghantam pembatas di depan tribun hingga akhirnya terbakar.
Semua orang tampak terkejut dan mengikuti gerakan mobil dari awal hingga akhir. Kini semua pasang mata menjelajahi seluruh sudut arena balap berharap si pengemudi keluar dari mobilnya sebelum mobilnya meledak.
"Yonghwaaaaaaaa!!!!!!!!!" Histeris sekumpulan yeoja saat melihat idolanya tergeletak di tengah jalan tak jauh dari mobilnya.

Yonghwa pov

Aku tersenyum bangga saat melihat garis finish di depanku. Ku tambah kecepatan mobilku agar segera sampai disana. Sorak sorai penonton di sana membuatku semakin semangat kali ini. Yeah!! Akhirnya aku bisa mengalahkan sang pemenang bertahan.
Tinggal sedikit. Satu.. Dua.. Ti.....
Damn
Ada sebuah benda menghantam mobilku dari belakang. Mobilku terpental cukup jauh dari tempatnya. Dengan segera aku melepaskan sabuk pengaman dan melompat keluar.
Dan beberapa detik kemudian mobilku terbakar.
Ah.. kepalaku. Sakit sekali. Ku gerakkan kakiku, mencoba berdiri. Tapi entah kenapa tiba-tiba tubuhku terasa lemah dan pandanganku semakin gelap.

Yonghwa pov end

Dengan cepat beberapa orang berlari menghampiri Yonghwa dan memeriksa keadaannya. Tak berapa lama kemudian mobil ambulan membawanya menuju rumah sakit terdekat.

Keesokan harinya, setiap surat kabar, majalah, berita di tv maupun internet ramai membicarakan berita terbaru saat ini.
"Jung Yonghwa. Seorang pembalap baru yang hampir mengalahkan sang juara bertahan tergolek lemah di rumah sakit. Dari keterangan para dokter Jung Yonghwa mengalami lumpuh permanen."

Flashback end

---oOo---

"Shin.. ayo, nanti kita terlambat. Sebentar lagi pertandingannya dimulai.." seru seorang namja berlesung pipi yang sudah siap dengan motornya pada seorang yeoja bertopi hitam dan berjaket kulit yang baru saja mengeluarkan motornya dari garasi.
"Aishh .. kita bisa sampai dalam waktu 5 menit. Kenapa harus berteriak seperti itu?"
"Mwo??? Andwae! Kalau begitu masukkan kembali motormu. Kita berangkat bersama."
"Nde????? Itu tidak mung..." ucapan yeoja itu terhenti saat mata tajam namja di depannya menatapnya.
Kakinya bergerak mundur dan memasukkan kembali motornya lalu keluar dan naik ke atas motor namja yang masih menatapnya tajam.
"Oppa.. Shinhye takut. Jangan menatap Shinhye begitu.." keluh yeoja bernama Shinhye sambil menundukkan wajahnya.
"Hehehe.. Oppa hanya bercanda. Tapi oppa tidak mau melihatmu kebut-kebutan di jalan lagi. Oppa tidak mau calon istri oppa kenapa-kenapa. Arrachi!!" Jawab namja itu sambil menarik dagu Shinhye dan mencium pipinya sekilas.
"Yyaa!!! Jangan seperti itu oppa!! Bagaimana kalau ada wartawan yang tahu. Lalu muncul berita 'Lee Jonghyun, seorang pemenang dalam kejuaraan balap motor tingkat Asia sedang mencium seorang yeoja di pinggir jalan'."
"Aigoo.. Shinhye, ah.. kamu sangat lucu kalau seperti itu. Sudahlah. Lagi pula yeoja yang aku cium adalah yeoja yang sebentar lagi akan menjadi istriku. Apa salahnya?"
Shinhye tersenyum malu lalu mendorong pelan bahu kekasihnya.
"Siap berangkat tuan putri?"
"Ne.. Pangeran.."
Keduanya tersenyum lembut dan Jonghyun segera menancap gas, menuju arena balap.

---oOo---

"Yong... Ada temanmu." Ujar Nyonya Jung di depan kamar Yonghwa.
Di belakang Nyonya Jung ada seorang gadis cantik yang mengenakan dress pink keunguan tersenyum manis.
"Tunggu ne chagi. Yonghwa agak lama.."
"Gwenchana ahjumma.."

Pintu kamar Yonghwa terbuka. Nyonya Jung tersenyum hangat pada anaknya dan menggandeng gadis di belakangnya. Si gadis hanya tersenyum pada Yonghwa yang kini menatapnya tak percaya.
"Annyeong Oppa..."

---oOo---

"Jonghyun, ah... sini sebentar!" Panggil Tuan Kim, manager Jonghyun, sesaat sesudah Jonghyun turun dari motornya dan hendak masuk ke dalam ruang ganti bersama Shinhye.
Jonghyun mengangguk pada Tuan Kim dan berbicara sebentar pada Shinhye sebelum menemui managernya. Shinhye mencium pipi kekasihnya singkat dan berjalan menuju kursi penonton.

"Ne manager.."
Tuan Kim menatap anak didiknya tajam sebelum melemparkan sebuah surat kabar yang baru diterimanya beberapa menit yang lalu. Jonghyun mengenyitkan dahinya pelan saat melihat sebuah gambar dirinya sedang memukul seorang namja yang masih menggunakan baju balapnya.
"Apa kau lupa?" Geram sang manager.
Jonghyun nampak berfikir keras beberapa saat. Diulangnya kejadian yang sudah terjadi kemarin dan kemarinnya lagi. Tapi ia tidak juga menemukan yang dicarinya. Tiba-tiba matanya terbelalak saat ingatannya menemukan satu kejadian yang sudah lama berlalu.
"Apa kau sudah ingat? Kau tahu, orang tua dari namja itu masih mencarimu. Dan kemarin anak buah mereka mencarimu ke apartemen. Untung kemarin aku di sana. Coba fikirkan apa yang terjadi sekarang kalau mereka sampai menemukanmu. Semua yang kau miliki akan hilang dalam sekejap. Apa kau tidak tahu itu, hahh?"
Jonghyun menunduk dalam. Ia tidak berani mengangkat kepalanya, melihat managernya marah seperti ini.
"Cepat ganti bajumu dan bersiap-siaplah. Sebentar lagi lombanya dimulai. Kau harus mengalah kali ini. Kau harus pura-pura terjatuh. Dan setelah itu ikuti kata-kataku."
"Ne.."
Jonghyun segera berbalik dan berlari masuk ke dalam ruang ganti. Matanya sempat melirik Shinhye yang sedang melambaikan tangan untuknya. Tapi ia pura-pura tidak melihat dan segera masuk.
Shinhye sedikit bingung melihat kekasihnya yang seperti itu. Tidak biasanya dia mengacuhkan dirinya, bahkan saat bertanding pun ia menyempatkan diri untuk melambai atau sekedar melihatnya. Tapi ia segera menepis pikiran buruknya dan berpikir positif.
"Mungkin dia sudah hampir terlambat.. Fighting chagi.."

---oOo---

Yonghwa sedang menekuri dirinya di depan cermin besar di dalam kamarnya bersama dengan seorang wanita berambut panjang yang tadi datang mengunjunginya. Ingin rasanya ia bilang tidak dan menyuruhnya pergi, tapi saat ini ia tidak bisa melakukan itu.
"Oppa... Bagaimana kalau oppa nanti kerumahku. Eomma pasti sangat senang." Ucap wanita yang duduk di samping Yonghwa sambil merapikan rambutnya yang sedikit berantakan karena tertiup angin dari jendela kamar yang sangat lebar.
Yonghwa lagi-lagi hanya diam. Bahkan menatapnya pun tidak.
"Oppa.. Jawablah. Aku tidak sedang bicara dengan patung kan."
Yonghwa tetap tak bergeming. Kini tangannya bergerak menekan tombol di kursi rodanya,dan bergerak menghadap jendela, tempat favoritnya. Membuat si wanita menghentakkan kakinya kesal dan keluar dari kamar Yonghwa.
Yonghwa sedikit bernafas lega saat pintu kamarnya kembali tertutup. Matanya kembali fokus pada obyek favoritnya. Berharap kali ini ia juga akan melihatnya lagi.

Senyuman sedikit terlukis dari bibirnya saat seorang gadis berhenti di bawah pohon di pinggir jalan. Rambutnya yang panjang itu tergerak-gerak oleh angin yang bertiup saat ini. Sepertinya si pemilik rambut panjang hitam itu menikmatinya. Karena kini matanya tertutup dan sebuah senyuman menghiasi wajahnya.
Tanpa sadar tangan Yonghwa terangkat. Mencoba meraih wajah yang bahagia itu. Tangannya bergerak mengikuti garis wajah gadis itu, sambil memejamkan matanya. Ia ingin mencetak dalam memori ingatan dan menyimpannya sebagai kenangan indah. Ya.. kenangan indah...Perlahan matanya terbuka, namun gadis itu sudah menghilang.

Tangannya bergerak ke arah dadanya dan mengusapnya pelan. Merasakan debaran jantung yang setiap hari semakin bertambah setelah melihat gadis yang sangat ditunggunya.

---oOo---

Nyonya Jung sedang asyik dengan adonan kuenya saat seseorang tiba-tiba duduk di kursi tepat dihadapannya.
"Waeyo Gyuwon ah? Apa Yonghwa masih belum mau berbicara padamu?"
Yeoja yang di panggil Gyuwon itu mengangguk cepat dan mendengus kesal. Nyonya Jung tersenyum tipis dan segera mencuci tangannya.
"Jangan menyerah. Yonghwa memang seperti itu. Bukankah dulu kau sendiri yang ingin." Ujar Nyonya Jung sambil duduk di samping Gyuwon dan mencubit gemas pipinya.
"Tapi tidak ada peningkatan sama sekali ahjumma. Yonghwa oppa tetap tidak mau berbicara. Jangankan berbicara, menatapku saja tidak sama sekali. Apa aku kurang cantik?" Keluh Gyuwon.
"Cantik tidaknya seorang perempuan, itu tidak menjamin seorang pria akan menyukainya. Cantik itu perlu. Tapi cantik juga ada banyak sekali maknanya. Kau harus semangat ne.."
Gyuwon mengangguk kecil dan kembali mengerucutkan bibirnya, kesal.

---oOo---

Shinhye sedang menonton acara favoritnya di tv dengan tangan yang bergerak dari piring di depannya ke mulutnya. Jonghyun baru saja selesai mandi dan segera duduk di sebelah Shinhye sambil menangkap tangan Shinhye yang hampir saja masuk ke dalam mulutnya dan mengarahkannya ke dalam mulutnya sendiri.
"Kau tidak mengantuk?" Tanya Jonghyun santai sambil mengunyah makanan yang diambilnya paksa. Membuat Shinhye melotot padanya dan langsung menggeleng dan kembali asyik dengan tv dan makanannya.
"Aku menginap di sini ya..."
Shinhye meloncat berdiri dan segera mengambil sapu di dekat pintu. Jonghyun tertawa kencang dan menangkap sapu yang hampir mengenai kepalanya.
"Aku bercanda. Aku pulang ya..."
Shinhye melepaskan sapunya, berjalan cepat ke pintu dan membukanya.
"Cepat pulang!" Usir Shinhye tanpa basa basi.
"Aigoooo... aku hanya bercanda chagi.. Kenapa harus marah seperti itu?" Jonghyun mengambil jaket dan memakainya sebelum berjalan ke pintu lalu mencium pipi kekasihnya cepat.
"Jangan cemberut. Nanti sebentar lagi.. kau tidak boleh menolak ya.."
"Ishh.. cepat pulang. Dan jangan bercanda seperti itu. Aku tidak suka. Arra!!"
Jonghyun tertawa pelan sebelum mengangguk dan kembali mendaratkan bibirnya ke pipi Shinhye yang satunya.
"Aku pulang..."
"Hati-hati di jalan. Jangan ngebut. Dan hubungi aku kalau sudah sampai di rumah. Arra.."
Jonghyun mengangguk dan mengacak gemas rambut Shinhye sebelum melangkah pergi.

Shinhye segera menutup pintu apartementnya dan kembali ke duduk di depan tv.
"Omoo!! Itu kan Jung Yonghwa." Pekiknya histeris saat melihat seorang idolanya sedang melaju dgn mobilnya.
Acara di tv sedang menayangkan masa-masa kejayaan Yonghwa dahulu saat baru memulai karirnya di dunia balap mobil. Acara yang sangat digemarinya. Dan selalu ditunggunya setiap malam.
"Dia sangat kerennn!! Ahh... seandainya dulu tidak ada kecelakaan. Pasti sekarang dia sudah menjadi idola nomer 1 di sini."
Kedua matanya kini terpaku melihat sosok Yonghwa yang sedang tersenyum dan melambaikan tangannya pada kamera seusai latihan. Gigi gingsulnya yang selalu terlihat setiap ia tersenyum lebar membuat setiap wanita pasti meleleh.
"Kkkyyaaaaaaa!!!!" Pekiknya histeris saat Yonghwa sedang berkata pada kamera, 'Saranghae...'.
Entah kenapa ia bisa sangat suka melihat Yonghwa seperti ini. Dan kata 'Saranghae ' yang baru saja diucapkannya seolah tertuju padanya.
"Nado Saranghae Jung Yonghwaaaaa!!!"
Shinhye melompat kegirangan setelah mengucapkan itu dan tiba-tiba ia terjatuh karena kakinya mengenai sebuah benda yang terasa licin.
Matanya menilik setiap sudut pinggir sofanya mencari benda yang sudah membuatnya terjatuh tiba-tiba. Dan tatapannya terhenti di satu pojok di dekat kaki sofa. Sebuah benda berbentuk persegi panjang, yang terdapat sebuah gambar 2 orang namja sedang tertawa. Dan matanya kembali melebar sempurna saat ia tahu dengan jelas gambar siapa yang ada di sana.

---oOo---

Shinhye pov

Ige mwoya? Kenapa photo ini ada di sini? Siapa yang membawanya? Jonghyun? Tapi bagaimana bisa?
Appa... Oppa..
Sungguh, aku sangat ingin tahu kalian di mana. Semenjak perpisahan SD dulu, oppa menghilang. Dan appa tiba-tiba menghilang. Sebenarnya ada apa? Kenapa ini terjadi tiba-tiba? Appa.. Oppa.. apa kalian masih mengingatku? Apa appa dan oppa masih menganggapku sebagai keluarga seperti dulu? Apa kalian masih ingat pertemuan pertama kita dulu?

Flashback

"Tolong ahjussi.. tolong biarkan saya sembunyi di sini. Orang-orang itu mau menjualku. Jebal ahjussi..." pinta seorang gadis kecil pada seorang laki-laki yang baru saja hendak menutup pagar rumahnya.
"Jebaalll ahjussi..." ulangnya lebih memelas lagi. Laki-laki itu melihat ke belakang gadis kecil yang kini memegang tangannya erat. Tampak 2 orang yang seperti preman berlari ke arah mereka. Dengan cepat diajaknya gadis kecil itu masuk ke dalam rumahnya dan berpesan pada penjaga rumah untuk memperketat penjagaan.

---oOo---

"Siapa namamu anak manis..?
"Shinjie..."
"Annyeong Shinjie,ah... Perkenalkan, nama ahjussi Jung So."
"Ne.. Jeongmal khamsahamnida ahjussi.."

"Appaaaaaa...."
Panggil seorang namja berumur 7 tahun sambil berlari ke arah Tuan Jung So dan memeluknya erat. Tuan Jung tersenyum hangat dan dengan segera ikut memeluk anaknya.
"Waahhh... Sudah besar ya.. Hayoo.. tambah nakal tidak..?"
"Aniyo appa.. Yongie tidak nakal, Yongie selalu rajin belajar dan mendapat peringkat 1 di semester kemarin. Sekarang mana hadiahnya..."
Tuan Jung tertawa ringan mendengar cerita anak semata wayangnya yang tampak sangat bersemangat itu.
"Hadiah? Ohh appa lupa.." goda Tuan Jung.
Yongie mengerucutkan bibirnya dan segera duduk di kursi di belakangnya. Tapi sedetik kemudian ia berdiri lagi karena teriakan seseorang.
"Ah.. Mian.." sesal Yongie pada gadis yang kini meringis kesakitan sambil memegangi kakinya.
"Aigoo.. Yong.."
"Mianhae appa. Tadi Yongie tidak melihat ada tamu.."
Tuan Jung tersenyum dan mengenalkan gadis yang baru dikenalnya dengan anaknya.
"Yong.. Ini Shinjie, dan Shin.. ini Yongie, putra ahjussi. Cah.. sekarang kalian bermain bersama dulu. Nanti kalau makan malamnya sudah siap, appa panggil. Arraseo..."
"Ne..."

---oOo---

Yongie dan Shinjie asyik bermain di taman belakang rumah. Sesekali mereka tertawa bersama dan saling mengejek. Keduanya sangat akur,hingga terlihat seperti saudara.

"Jadi kedua orang tuamu sudah meninggal? Lalu kamu tinggal dengan siapa? " tanya Yongie setelah Shinjie menyelesaikan ceritanya. Ia ikut bersedih mendengarnya.
"Iya, 2 tahun lalu karena kecelakaan. Dan sejak itu, Shin ikut ahjumma yang sudah lumayan dekat. Tapi ternyata dia dan suaminya berniat menjualku. Dan tadi aku kabur lagi.."
Tiba-tiba Yongie memeluk Shinjie dan menepuk punggungnya pelan lalu berkata, "Gwenchana.. Mulai sekarang kamu bersamaku saja. Kita tinggal di sini, dan bermain bersama. Oppa janji akan menjaga Shinjie dengan baik. Janji..." Yongie melepas pelukannya dan mengulurkan jari kelingkingnya. Shinjie tampak bingung dengan perlakuan namja yang baru dikenalnya ini. Bagaimana mungkin dia dengan begitu saja membantunya, apa dia juga orang yang jahat?
Yongie meraih tangan Shinjie dan mengaitkan kelingking mereka berdua.
"Mulai sekarang panggil aku oppa.. arraseo.."

Flashback end

Apa oppa masih mengingatnya?

Shinhye pov end

---oOo---

Jonghyun berdiri di depan sebuah rumah yang tampak sangat mewah dengan segala ornamen di sana. Selangkah ia maju, selangkah pula ia mundur. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi dan menggagalkan niatnya. Bersamaan dengan ia menaiki motornya, pintu gerbang rumah mewah itu terbuka dan seorang laki-laki bertopi putih muncul dari balik pintu.
"Annyeonghaseo.. saya..."
"Masuk..." potong laki-laki itu dan kembali masuk ke dalam, dan Jonghyun segera mengikutinya.

---oOo---

"Jadi, kamu Lee Jonghyun?"

Jonghyun mengangguk kecil dan memperhatikan sekitarnya dengan takjub. Rumah istana. Begitulah pikirnya.

"Saya tidak suka adanya penolakan. Dan saya tidak mau kegagalan."

"Saya mengerti Tuan Jung.."

"Bagus, mulai besok kamu datang ke sini tiap malam. Dan kamu bisa mulai pekerjaanmu."

"Baik,,saya pastikan anda tidak akan kecewa. Dan sebelum 3 bulan, putra anda akan bisa kembali lagi seperti dulu."

"Bagus."

Jonghyun tersenyum penuh kemenangan. Memang tidak sia-sia dia menerima tawaran untuk 'menjadi teman Yonghwa ' dari managernya. Dengan begitu dia bisa memastikan kejadian masa lalu benar-benar terlupakan.

---oOo---

Shinhye termenung di depan tv apartemennya sambil terus menatap gantungan kunci yang ditemukannya semalam. Semalaman ia tidak bisa tidur, hanya karena memikirkan bagaimana mungkin tiba-tiba foto itu ada dan sudah dalam bentuk seperti itu. Dan siapa yang membawanya.
"Doorrrr..."
Jonghyun tiba-tiba mengagetkan kekasihnya dan segera duduk di samping Shinhye.
Shinhye hanya menoleh sebentar lalu kembali dengan fikirannya sendiri. Jonghyun menghentikan senyumnya saat melihat Shinhye murung dengan wajah seperti orang yang tidak tidur semalaman. Pandangannya mengikuti arah mata Shinhye. Benda berbentuk persegi panjang yang sangat familiar baginya.
"Dari mana kau dapat ini? "

---oOo---

Alunan musik terdengar merdu dari kamar Yonghwa. Memperdengarkan lagu dari sebuah band asal Korea Selatan yang terkenal keren. Band yang menjadi favorit Yonghwa, karena ia merasa setiap lirik lagu yang didengarnya sangat tepat dengan isi hatinya. Band yang dengan 4 personilnya dengan segala macam talenta yang mereka miliki, mampu membius ribuan orang.

I know i 've fallen in love
Naega naegae odeon nal..
Hwi saekeuro chilhaebeorin kkuman gatasseo..
I wanna tell you some
Gasureuro harun mal..
Wanna love you i wanna hold you
Chwihan deutan nae gobaekman..
Bol su eobneun gotsae sureun chaero..
Deutji motal mal deulman oechyeobwa i love you...

-Y,Why-

Yonghwa termenung meresapi setiap bait lagu. Matanya menelusuri dinding kamarnya dan berakhir di pojok dinding dekat pintu. Sebuah ukiran nama kecil di sana yang masih terlihat jelas, YongShin. Sebuah senyuman terlukis indah di wajahnya, dan senyuman itu semakin lebar saat matanya kembali pada sebuah foto seorang yeoja berambut panjang yang baru didapatnya tadi sore.

"Ternyata kamu tumbuh dengan baik, Shinjie,ah.. Tunggulah sebentar lagi. Oppa akan kembali menjagamu."

---oOo---

"Annyeong Yonghwa,ssi.. Lee Jonghyun imnida.." Jonghyun memperkenalkan dirinya.

Hari ini hari pertamanya bekerja sebagai 'teman Yonghwa '. Jam kerjanya dimulai dari pukul 6 sore sampai 9 malam. Tuan Jung memintanya untuk perlahan mendekati Yonghwa dan berusaha agar Yonghwa mau membuka diri dengan orang lain. Selama ini tidak ada yang bisa berhasil melakukannya. Bahkan Gyuwon, yang katanya Nyonya Jung orang yang disukai Yonghwa, tidak bisa memberikan perubahan positif sedikitpun. Malah terkadang Yonghwa sering mengunci dirinya di dalam kamar jika tahu Gyuwon akan datang.

Jonghyun sudah tahu sedikit lebih banyak tentang namja di depannya yang kini memandangnya dari atas sampai bawah. Oh tidak. Bukan sedikit lebih banyak, melainkan sangat banyak. Karena jauh sebelum ini ia sudah pernah mengenal Yonghwa. Begitu juga dengan apa yang bisa membuat Yonghwa bisa tersenyum dan kembali seperti dulu. Ia sangat tahu apa itu, dan ia juga ingin melihat Yonghwa seperti dulu. Lalu ia akan merasa lega, karena terbebas dari bayang-bayang masa lalu.

"Hai.. bisakah kita menjadi teman mulai sekarang..?" Tanya Jonghyun sambil mengulurkan tangan kanannya.

Yonghwa tampak ragu saat tangannya bergerak menerima uluran tangan Jonghyun yang dihadiahi sebuah senyuman manis yang menunjukkan lesung pipi yang dimiliki oleh namja di depannya ini. Bibirnya tergerak dan ikut tersenyum kecil. Entahlah, saat ini Yonghwa hanya merasa orang di depannya ini orang yang baik.

Yonghwa pov

Lee Jonghyun, namja yang aku tahu seorang pembalap motor itu tiba-tiba datang ke rumahku dan menawarkan sebuah pertemanan. Aneh, sedikit aneh. Kenapa dia datang kemari? Pasti Appa yang memanggilnya, tapi kenapa dia menerimanya? Berapa uang yang dijanjikan appa hingga ia rela melakukan pekerjaan yang kurang dia kuasai.

"Baiklah.. Mulai sekarang kita menjadi teman. Dan di dalam pertemanan tidak ada yang namamya rahasia. Arra.." ucapnya seraya mendorong kursi rodaku menuju meja yang ada di pojok kamarku. Meja yang selama ini sangat aku hindari. Apa yang akan dia lakukan? Dan kenapa aku hanya diam? Aku bisa mengusirnya sekarang juga, tapi kenapa rasanya aku ingin melakukan ini dengannya?

"Hhmm... Hyung..."

Hyung? Kenapa dia memanggilku hyung? Tapi tunggu, aku merasa pernah mendengar suara itu, suara yang memanggilku hyung dengan intonasi seperti itu. Tapi dimana?

"Bolehkan aku memanggil Hyung? Nyatanya Hyung memang lebih tua dariku.."

Aku hanya mengangguk mengiyakan. Dan kulihat dia tersenyum,lagi. Ada apa dengannya? Dan ada apa denganku? Kenapa semua yang ada di dalam dirinya terasa familiar.
Hingga membuatku menyetujui semua yang diucapkannya.

"Kajja Hyung.. hari ini pertama kalinya kita bermain. Jadi mari kita bersenang-senang. Kita mulai dengan tebak gambar mobil dari tahun 1956. Kalau Hyung tahu, Hyung boleh langsung menunjuk salah satu gambar. Arra..."

Dan untuk yang kesekian kalinya aku langsung mengangguk saat dia mengajukan pertanyaan atau meminta persetujuan.

Yonghwa pov end

---oOo---

Sudah 1 minggu berlalu Jonghyun dan Yonghwa berteman. Sudah ada beberapa perubahan yang ditunjukkan Yonghwa, walaupun belum banyak memang. Tapi Tuan dan Nyonya Jung sudah bisa bernafas cukup lega. Karena sekali-kali mereka bisa melihat senyuman dari bibir Yonghwa.

"Selamat pagi Tuan Jung.." sapa Jonghyun hangat.

Tuan Jung yang sedang menekuri laptopnya sedikit terkejut dengan kedatangan Jonghyun saat ini. Pasalnya ini hari minggu, dan ini hari libur untuk Jonghyun.

"Saya ingin mengajak Yonghwa bermain. Bolehkah? "
Tuan Jung melepas kacamatanya dan berdiri menghampiri Jonghyun yang masih berdiri di dekat pintu. Jonghyun membungkukkan badannya memberi hormat.

"Duduk dulu.."

"Ne.."

Jonghyun mengikuti Tuan Jung duduk di kursi depan rumahnya dan tersenyum saat Tuan Jung menatapnya intens.

"Saya ingin mengajak Yonghwa bermain di taman dekat rumah ini. Tadi malam saya sudah berbicara pada Yonghwa dan ia menyetujuinya. Saya berjanji akan menjaga Yonghwa dengan baik." Papar Jonghyun sopan karena saat ini Tuan.Jung masih tampak bingung harus mengatakan apa. Jonghyun sangat yakin bahwa orang disampingnya saat ini masih meragukannya.

"Appa..."

Tuan Jung tersentak kaget saat Yonghwa kini sudah rapi berada di depannya. Yonghwa masih tetap dengan wajah tanpa ekspresi saat memanggilnya, tapi mendengar suara anaknya saat ini sangat membuat Tuan Jung tanpa sadar menitikkan air mata.

"Yong... Appa sangat merindukanmu. Appa sangat merindukanmu.."

Yonghwa mengulurkan kedua tangannya dan memeluk tubuh ayahnya erat. Tuan Jung sudah tidak bisa menahan air mata harunya saat ini. Yonghwa sudah kembali. Bukankah itu berita yang sangat menggembirakan???

"Apa kau mau jalan-jalan? Appa bisa ikut juga denganmu. Atau kau mau appa menelpon eomma agar segera pulang dan kita jalan-jalan bersama.?"

Yonghwa menggeleng dan menatap Jonghyun penuh arti. Jonghyun mengangguk dan tersenyum lalu menjelaskan pada Tuan Jung.

"Maaf sebelumnya, tadi malam saya sudah menawarkan beberapa pilihan. Dan Yonghwa memilih untuk jalan-jalan bersama saya sementara anda menyiapkan pesta kecil untuk nanti malam."

Tuan Jung menatap anaknya lembut dan mensejajarkan tinggi tubuhnya. Senyuman kebahagiaan tergambar jelas di wajahnya saat menatap kedua mata anaknya yang tampak hidup kembali.

"Begitukah? Appa akan melakukan semuanya untukmu."

Yonghwa mengangguk lalu memeluk ayahnya kembali dengan lembut. Jonghyun ikut tersenyum menyaksikan ayah dan anak yang saling melepas kerinduan mereka.

"Hhmm.. Bisakah kita pergi sekarang. Sebentar lagi taman pasti ramai karena akan ada pertunjukan jalanan."

"Ya..Ya. kalian berangkatlah. Appa akan mengubungi eomma dan memintanya pulang bersama keluarga besar."

Yonghwa mengangguk kecil dan memeluk ayahnya lagi dengan senang.

Jonghyun berpamitan sopan sebelum mendorong kursi roda Yonghwa menuju taman. Ia memang sengaja berjalan kaki, selain jaraknya tidak begitu jauh, suasana pagi hari ini sangat sejuk. Ia sendiri sudah lama tidak berjalan-jalan santai seperti ini.

---oOo---

Shinhye bergegas melajukan motornya cepat menuju taman kota. Ia mengenakan sebuah t-shirt kuning yang dipadukan dengan celana jeans selutut dan sebuah tas punggung kecil berwarna biru. Rambutnya sengaja dibiarkan terurai dan membiarkannya terbang tertiup angin. Jarak dari rumah ke taman tidak begitu jauh, sehingga ia memilih melewati jalan dalam dan tidak membawa serta helmnya. Ia ingin merasakan berkendara sambil merasakan hembusan angin yang bertiup. Hal yang sudah lama tidak ia lakukan setelah dirinya mengubah status jomblonya menjadi seorang kekasih dari seorang Lee Jonghyun.

Shinhye memarkirkan motornya tepat di bawah pohon sakura yang tidak berbunga di samping pintu masuk. Segera diedarkannya pandangan menelusuri setiap sudut taman mencari kekasihnya.

"Oppaaa..." panggilnya keras saat melihat seorang namja sedang berdiri menghadap sebuah poster yang terpasang di pinggir jalan.

Shinhye berlari cepat dan segera memeluknya dari belakang namja berkemeja kuning dan mengenakan topi putihnya secara terbalik.

"Oppa.. Shinhye kangen. Sudah 1 minggu oppa tidak mengunjungi atau menghubungiku. Oppa kemana saja? Dan tadi pagi setelah menerima sms dari oppa, Shinhye segera bergegas ke sini.."

Shinhye mengeratkan pelukannya dan merasakam hangat punggung namja yang saat ini terasa sangat menenangkan.

"Oppa.. Apa Oppa tidak ingin memelukku? Kenapa Oppa diam saja? " protes Shinhye.

Shinhye menggerutu sebal karena tidak mendapatkan respon sedikitpun seperti yang diharapkannya. Lalu dengan cepat dilepaskannya pelukannya hingga membuat namja itu terjatuh di depannya. Seketika itu juga ia membelalakkan matanya lebar dan menutup mulutnya yang terbuka saat melihat siapa namja yang di peluk dan dianggapnya sebagai kekasihnya tadi.

"Hyunggg!!!!"

Jonghyun berlari cepat dan segera membuang ice cream yang dibawanya ke sembarangan tempat saat melihat Yonghwa terjatuh. Dibantunya Yonghwa berdiri dan memeriksa tubuh Yonghwa di semua tempat memastikan tidak ada yang terluka.

Ya.. Namja yang dianggap Jonghyun oleh Shinhye tadi adalah Yonghwa. Yonghwa yang sedang berdiri memandang poster sebuah mobil balap keluaran terbaru yang sekarang menjadi incaran para pecinta mobil balap. Yonghwa yang tiba-tiba merasakan tubuhnya bergetar hebat saat seseorang memeluknya erat dari belakang dan dengan tiba-tiba pula melepaskannya kasar hingga membuatnya terjatuh.

"Hyung.. Gwaenchanayo? " tanya Jonghyun panik.

Yonghwa mengangguk kecil lalu menatap yeoja di depannya yang masih tampak kaget karena ulahnya sendiri.

"Shinhye..." ucap Jonghyun tertahan.

---oOo---

Jonghyun meminum jus jeruknya sambil tersenyum geli saat mendengarkan cerita Shinhye barusan. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana mungkin Shinhye salah mengenali kekasihnya sendiri. Sementara Shinhye kini masih menunduk malu di samping Jonghyun. Jonghyun mencubit gemas pipi Shinhye dan meleketkan lidahnya saat Shinhye menatapnya dengan tatapan yang sangat kesal. Lalu menatap Yonghwa dan memperkenalkannya.

"Hyung.. Ini Shinhye. Yeoja yang semalam aku ceritakan. Hyung mau kan berteman juga dengannya? Dia memang sedikit ceroboh,tapi dia sangat baik. Aku bisa jamin itu. Dan kalau Hyung menyukainya.. Hyung bisa menjadikannya milik Hyung selamanya.."

--- To Be Continue ----

Catatan Admin :
Akhirnya posting FF ber-part, di FF yang diupload oleh Wangbie di facebook, FF ini mempunyai total 16 part tapi karena diposting di blog klo diposting per part jadinya pendek banget, maka atas persetujuan Wangbie setiap part yang diposting di blog ini terdiri dari 4 part yang diupload di facebook jadi totalnya akan ada 4 part untuk FF Can't Stop ini. Oh iya ada nama di FF ini yang diganti namanya oleh Wangbie jadi bukan saya yang menggantinya :D
Selamat membaca dan jangan lupa komennya (^_^)

PS. Update postingan FF di blog bisa dilihat di facebook HS Corner Shop atau di twitter Lovetheangels1

13 comments:

  1. waaahh,,excelent,,mengharukan unn.

    ReplyDelete
  2. waaahh,,excelent,,mengharukan unn.

    ReplyDelete
  3. Waw
    Akhir nya adik angkat nya kamu
    Tpi tdak mengenali oppa angkt nya

    ReplyDelete
  4. Ditunggu next pattx y wangbie ^_^

    ReplyDelete
  5. Woww cerita pembalap..keren bie!!
    Kasian bgt yong smpe lumpuh total...ini ggra jonghyun yaa . ..

    ReplyDelete
  6. Keren FF.a tentang pembalap

    Kasian banget yong oppa lumpuh :(

    ReplyDelete
  7. Aku jadi mbayangin Hye naik motor gede dgn rambutnya berterbangan.
    .
    Wkwkwk YongShin ^_____^
    .
    Wah si Ajong akan menyesal dgn ucapan-nya itu.
    .
    Meski udh baca di fb, aku gak bosen baca lg.
    Hwaiting Unnie ^_____^

    ReplyDelete
  8. Lho koq jonghyun ngmng bgtu ma yonghwa ya..mang shinhye brang ap

    ReplyDelete
  9. Lho koq jonghyun ngmng bgtu ma yonghwa ya..mang shinhye brang ap

    ReplyDelete